Monday, 12 March 2018

Petugas Sita Mi Kuning Berformalin di Pasar Cikampek

KARAWANG - Tim Pengawasan Pangan Terpadu  Kabupaten Karawang,  menyita puluhan bungkus mi kuning basah dan tahu bantaldari sejumlah pedagang Pasar Cikampek.  Kedua komoditas tersebut terbukti mengandung formalin.

Sekretaris Tim Pengawasan Pangan Terpadu Kabupaten Karawang,  Kadarisman, menyebutkan,  akan sengaja mengecek sejumlah barang dagangan di Pasar Cikampek,  Kamis 8 Maret 2018. Pasalnya,  beredar isu jika sejumlah barang dagangan di pasar tersebut tidak aman dikonsumai karena mengandung bahan berbahaya.

Menyikapi isu tersebut,  Kadarisman mengaku segera melakukan sidak sambil membawa alat tes uji makanan. "Di pasar Cikampek itu,  kami melakukan tes uji kandungan kimia berbahaya terhadap14 produk makanan pasar, " ujarnya.

Dikatakan,  ke 14 sampel makanan yang diperiksa itu di antaranya tahu bantal,  mi kuning basah,  sayuran,  jeli,  cingcau dan sejumlah makana lainnya.  Dari hasil tes sampel itu,  ditemukan dua makanan yang mengandung formalin yaitu mi kuning basah dan tahu bantal.

Disebutkan, tim yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan,  Dinas Pangan,  Dinas Pertanian,  Dinas Perdagangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja itu pun segera menyita kedua komoditas tersebut. "Sangat berbahaya jika tetap dijual kepada konsumen, " kata Kadarisman.

Alamat pemasok
Disebutkan pula selain menyita barang dagangan berbahaya tersebut,  tim pengawas akan mengejar produsen mi kuning basah dan tahu bantal berformalin yang mensuplai ke Pasar Cikampek. Apalagi pedagang susah memberikan identitas dan alamat pemasok barang-barang tersebut.

"Kami akan memberikan arahan kepada produsen itu agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam memproduksi makanan. Jika mereka tetap membandel, Tim Pengawasan Pangan Terpadu akan melakukan menutup pabriknya " katanya.

Menurut Kadarisman, pengawasan makanan sehat jangan hanya dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut harus juga dilakukan oleh para pedagang dan konsumen.

"Pedagang harus jujur dan konsumen harus cerdas dalam memilih makanan.  Mereka harus kritis,  harus mengetahui makanan mana saja yang tidak mengandung kimia berbahaya, " paparnya.

Apalagi,  lanjut Kadarisman,  saat banyak makanan impor yang dikabarkan mengandung bakteri mematikan.  Masyarakat hendaknya menghindari itu san lebih baik mengkonsumsi makanan lokal.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

No comments:

Post a Comment

THANKS SO MUCH FOR: Google Search Engine, GMail, Blogger.Com, Yahoo, Yahoo Mail, Wordpress, Blog Detik, IndoNetwork, Twitter, Facebook, and others that help me reach more useful things with internet