Searching...
Monday, 12 March 2018

Pengusaha Siantar-Simalungun Belum Kapok, Lagi 1,4 Ton Mie Formalin Digrebek BBPOM

SIANTAR – Pengusaha makanan, khususnya mie basah, di Siantar-Simalungun sepertinya belum juga kapok. Meski tahun 2017 sudah berkali-kali digrebek terkait penggunaan formalin dan boraks dalam mie (Baca di LINK INI), Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan kembali menemukan 1,4 ton mie yang mengandung zat kimia berbahaya itu.

Temuan itu diungkapkan Kepala Balai Besar BBPOM Medan, Julius Sacremento Tarigan APT, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Siantar, Urat Simanjuntak SKM MKes kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018) siang.

Sacramento menegaskan, tak ada lagi kata pembinaan terhadap para pelaku yang ketangkap.

“Pelaku yang ketangkap membuat mie mengandung formalin dan boraks harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dijelaskan Sacremento, ada empat lokasi yang digrebek oleh BBPOM beserta Polda Sumatera Utara dengan nilai keekonomian sebesar Rp271.500.000.

Pertama, pelaku berinisial AM, warga Dusun Karang Sari, Kabupaten Simalungun, dengan barang bukti berupa mie kuning berformalin sebanyak 1.005 kg, formalin 10 liter, boraks 2 kg, mesin produksi 3 unit, dan timbangan 2 unit.

Kemudian, FZ warga Pasar Serbelawan, Kabupaten Simalungun dengan barang bukti mie kuning berformalin 33 kg, wadah formalin 2 buah, dan mesin produksi 2 unit.

Berikutnya, YG, warga Jalan Pattimura, Gang Cermai No 54, Kota Siantar dengan barang bukti mie kuning berformalin 175 kg, air rebusan 1 liter, centong formalin, 1 buah mesin produksi.

Terakhir, SWD, warga Jalan Jambu, Gang Rambe, Kota Siantar dengan barang bukti mie kuning berformalin 27 Kg, boraks 50 gram, air rebusan mie 100 ml, dan mesin produksi 3 unit.

Atas tindakan para mereka, para pelaku kini dijerat Pasal 136 huruf (b) dan Pasal 140 Jo Pasal 86 Ayat (2) UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda sebesar Rp4 miliar.

“Mereka juga dijerat Pasal 62 Ayat (1) UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun atau denda sebesar Rp4 miliar,” terangnya.

Sacramento di hadapan sejumlah wartawan menyebut, BBPOM menyatakan perang kepada pelaku pembuat mie berbahan kandungan formalin dan boraks. (els)

Sumber: http://news.metro24jam.com/

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Find Us on BukaLapak with This LINK and on TokoPedia with This LINK
 
Back to top!