Tuesday, 10 January 2017

Keterangan Pers Badan POM Terkait Masih Maraknya Formalin di Produk Makanan

Keterangan Pers Badan POM Nomor : KH.00.01.1.241.002 Tentang Penyalahgunaan Formalin untuk Pengawet Mie Basah, Tahu dan Ikan
3 Januari 2006 | 09:00 WIB (Umum)

Berdasarkan hasil operasi pengawasan Badan POM pada beberapa tahun terakhir ini ditemukan adanya kecenderungan penyalahgunaan formalin sebagai pengawet makanan yang terus meningkat. Atas pelanggaran tersebut Badan POM telah melakukan pembinaan dan peringatan serta tindakan pro-justisia dengan mengajukan tersangka ke pengadilan. Sanksi hukum pidana telah dijatuhkan tetapi ternyata sanksi tersebut tidak memberikan efek jera. Sementara itu pasokan formalin di pasar terutama penjualan eceran memicu terjadinya penyalahgunaan.

Pada awal Desember 2005, Badan POM/Balai Besar POM melakukan sampling dan pengujian laboratorium secara serial dan serentak mencakup Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram dan Makassar. Produk makanan/sampel yang diuji meliputi tahu, mie basah dan ikan yang secara keseluruhan berjumlah 761 sampel.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium diperoleh temuan sebagai berikut :


Kondisi masing-masing daerah tidak sama untuk setiap jenis produk tersebut. Untuk tahu, temuan Badan POM di Yogyakarta dan Bandung tidak mengandung formalin, sedang di Jakarta relatif sangat tinggi yaitu 77,85% mengandung formalin. Sedangkan untuk ikan, temuan Badan POM di Jakarta 52,63% dan Bandar Lampung 36,56% dari sampel ikan mengandung formalin. Untuk mie basah persentase sampel yang mengandung formalin rata-rata tinggi diatas 60% kecuali di Makassar 6,45%. Hasil pengujian laboratorium tersebut telah disampaikan oleh Badan POM kepada pemerintah provinsi terkait dan telah dilakukan koordinasi tindak lanjut.

Solusi penyalahgunaan formalin ini harus dilakukan secara komprehensif, berkesinambungan dan konsisten melalui pendekatan dua arah yaitu sisi pasokan (supply side) dan sisi permintaan (demand side). Pada sisi pasokan harus dilakukan pengurangan (supply reduction) melalui pemutusan mata rantai pasokan dan pengaturan tata niaga serta kontrol yang ketat. Formalin mestinya hanya boleh dijual oleh sarana yang memiliki izin khusus kepada "end user" sesuai peruntukannya dan dilarang untuk pengawet makanan.

Pada sisi permintaan, perlu dilakukan peningkatan kesadaran dan kepedulian pelaku usaha/produsen dan masyarakat melalui edukasi, informasi dan komunikasi secara efektif sehingga semua pihak mengetahui bahwa penggunaan formalin sebagai pengawet makanan membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dalam pada itu, Badan POM telah melakukan penyelidikan/penelusuran terhadap produsen/pemasok formalin yang menjual di pasar secara eceran dalam skala yang luas. Badan POM telah menemukan produsen formalin yang berkapasitas 4000 Mton perbulan dimana sekitar 2700 Mton digunakan sendiri, 300 Mton diekspor ke Malaysia dan 1000 Mton tiap bulan dijual di pasar untuk perorangan, toko kimia dan industri. Temuan ini oleh Badan POM telah disampaikan kepada Kepala Bareskim POLRI untuk lebih didalami dan ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dua hari terakhir ini petugas Badan POM yang ada diseluruh Indonesia sedang melakukan pemantauan terhadap peredaran formalin di pasaran. Berdasarkan pemantauan yang sedang dilakukan tersebut, saat ini tidak mudah lagi ditemukan formalin di peredaran. Hal ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk menertibkan penyalahgunaan bahan berbahaya termasuk formalin dalam makanan.

Dalam konteks pembinaan usaha/industri kecil/industri rumah tangga di bidang pangan, maka pada minggu Balai Besar/Balai POM diseluruh Indonesia akan mengundang Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam rangka pemberian sertifikat/keterangan makanan bebas formalin.sertifikat/keterangan makanan bebas formalin ini akan dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten/Kota setelah dilakukan pemeriksaan secara cermat bahwa yang bersangkutan memang tidak menggunakan formalin dalam makanan.

Demikian disampaikan untuk mendapat perhatian demi keselamatan masyarakat luas. Kepada semua pihak diserukan untuk tidak menggunakan formalin dalam makanan dengan alasan apapun. Penggunaan formalin secara sengaja dalam produk makanan dapat diancam pidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp.600.000.000,- Undang-Undang No.7 Tahun 1996 tentang Pangan).

SUMBER: http://www.pom.go.id/

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

No comments:

Post a Comment

THANKS SO MUCH FOR: Google Search Engine, GMail, Blogger.Com, Yahoo, Yahoo Mail, Wordpress, Blog Detik, IndoNetwork, Twitter, Facebook, and others that help me reach more useful things with internet