Searching...
Wednesday, 21 October 2015

Waspada, BPOM Temukan Kerupuk dan Mie Basah di Pekanbaru Mengandung Boraks

PEKANBARU - Bagi anda pecinta kerupuk nasi ataupun yang doyan mengolah mie basah menjadi makanan, kini perlu waspada. Sebab BPOM menemukan bahan berbahaya dalam dua makanan itu.

Hal ini ditemukan Balai Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pasar Rumbai Pekanbaru saat melakukan inspeksi mendadak, Kamis (8/10/2015). Hasilnya, tiga jenis makanan di pasar itu yakni kerupuk nasi, mie kuning basah, dan mie tiaw mengandung pengawet berbahaya jenis boraks.

"Dari seluruh bahan makanan yang diuji tadi, tiga diantaranya mengandung Boraks. Diantaranya adalah kerupuk nasi, mie kuning basah dan mie tiaw. Ketiga bahan makanan tersebut kemudian dibawa ke BP-POM untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut," ujar Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pasar Rumbai, Rino.

Dikatakanya, Sidak yang dilakukan oleh BP-POM tersebut dalam rangka implementasi aksi pasar aman dari bahan berbahaya di Provinsi Riau, sebagai tindak lanjut balai besar POM di Pekanbaru dengan Sekretaris Dinas Pasar Kota Pekanbaru.

Dari hasil tersebut, kata Rino, Pasar Rumbai ini ditetapkan sebagai pasar yang akan diintervensi di tahun 2015 ini. "Jadi, hal ini dilakukan untuk memberdayakan dan meningkatkan kompetensi pengelola pasar dalam melakukan pengawasan dan peredaran bahan berhaya di Pasar Rumbai ini," terangnya.

Ketika ditanya tindakan apa yang akan dilakukan kepada seluruh pedagang, Rino mengatakan pihaknya sudah meminta agar pedagang segera menghentikan dan tidak lagi menjual barang yang mengandung zat berbahaya tersebut.

"Kita sudah hentikan penjualanya dan melakukan sosialisasi kepada pedagang yang lain agar bisa jeli memilih barang-barang yang akan dijual kepada masyarakat," tuturnya.

Kepada pembeli, Rino juga berpesan untuk bisa waspada dan teliti sebelum membeli bahan makanan di pasar.

"Kejadian seperti ini bukan hanya di Pasar Rumbai ini saja, tetapi bisa saja terjadi juga pada di pasar-pasar lainya. Jadi masyarakat harus cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi bahan makanan," tutupnya.

Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Ia tidak berwarna dan gampang larut dalam air.

Asal tahu saja, gelas pyrex yang terkenal kuat bisa memiliki performa seperti itu karena dibuat dengan campuran boraks. Kemungkinan besar daya pengawet boraks disebabkan oleh senyawa aktif asam borat.

Asam borat (H3BO3) merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat (H2SO4) atau asam khlorida (HCl) pada boraks.

Asam borat juga sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air (3 persen) digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater.

Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, ingat, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif.

Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk), mi, lontong sebagai pengeras, ketupat, bakso, kecap, dan makanan sejenisnya.

Adapun ciri-ciri makanan yang mengandung boraks yakni bisa dilihat dari segi warna. Makanan yang mengandung boraks biasanya mempunyai warna yang lebih mencolok dan lebih cerah dibanding makanan yang lainnya.

Dari segi tekstur, makanan yang mengandung boraks mempunyai tekstur kenyal saat dimakan. Makanan ini juga terlihat lebih segar dan cerah dibanding makanan lainnya.

Mie basah merupakan salah satu makanan yang paling banyak ditemukan mengandung boraks. Mie basah yang mengandung boraks mempunyai ciri lebih kenyal, lebih mengkilap, tidak lengket, dan tidak cepat putus.

Pedagang yang nakal banyak menggunakan boraks untuk membuat bakso. Ciri bakso yang mengandung boraks itu adalah, teksturnya kenyal dan warnanya cenderung keputihan dibanding bakso lainnya.

Penggunaan boraks juga ada pada kerupuk. Kerupuk yang mengandung boraks mempunyai ciri sangat renyah, namun memberi sedikit rasa getir.

Anda sebaiknya lebih waspada lagi saat akan membeli jajanan atau makanan siap saji. Agar lebih terjamin, sebaiknya Anda membuatnya sendiri di rumah. (SUMBER: datariau.com)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Find Us on BukaLapak with This LINK and on TokoPedia with This LINK
 
Back to top!