Searching...
Wednesday, 14 October 2015

Residu Antibiotika dalam Produk Pangan Daging dan Dampak Serius yang Ditimbulkannya

Daging merupakan pangan hewani yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, terutama mengandung asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk (1) pertumbuhan sel-sel baru, (2) pergantian sel-sel yang rusak, serta (3) proses metabolisme tubuh. Daging sangat bermanfaat untuk kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan manusia, namun juga dapat mengandung bahaya biologis, kimiawi, dan fisik.

Pada peternak hewan, antibiotik merupakan suatu senyawa kimia yang digunakan dengan tujuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang ada dalam tubuh ternak. Selain itu, penggunaan antibitoik juga dapat membantu proses metabolisme yang ada dalam tubuh, sehingga sari-sari makanan dapat terserap dan difungsikan dengan baik. Oleh karena itu, tak jarang saat ini selain digunakan sebagai pengobatan, antibiotik juga ditambahkan dalam pakan ternak dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ternak, khususnya ayam.

Keberadaan antibiotik ditengah-tengah masyarakat peternak sudah tidak diragukan lagi, hampir semua produk pakan yang diberikan ke ayam mengandung antibiotik. Dengan mengkonsumsi pakan yang diberi tambahan antibiotik, pertumbuhan mikroorganisme patogen terutama pada saluran pecernaan ayam akan terhambat dan tentu saja akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ayam yang meningkat. Tentu saja keadaan yang seperti ini dapat menguntungkan peternak karena ayamnya gemuk dan konsumen pun senang.

Akan tetapi, penggunaan antibiotik dapat berakibat buruk dikarenakan dapat menyebabkan adanya residu antibiotik dalam daging. Bahaya residu dapat menjadi permasalahan yang serius, apalagi jika masuk ke dalam tubuh konsumen (manusia). Residu antibiotik sendiri dapat memberikan efek karsinogenik dan dalam jangka panjang dapat berakibat fatal. Beberapa bahaya antibiotik yang berada (residu) pada produk pangan diantaranya:

1. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.

2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.

3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.

4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.

5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.

6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.


Kesadaran sedini mungkin akan bahaya residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi resiko konsumen terpapar residu dalam produk pangan yang telah dikonsumsi. Tak hanya pemerintah yang harus terjun memberantas permasalahan klasik yang makin menjamur di masyarakat dewasa ini. Tapi, segenap masyarakat umum sebagai konsumen, peternak dan produsen pakan ternak juga turut bertanggung jawab untuk menanggulangi pencemaran residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak, khususnya ayam.

Sedikit demi sedikit kita dapat memulai untuk menekan kadar antibiotik dalam pakan.  Peternak-peternak ayam pun dapat mulai membenahi sistem manajemen pakan dan kandang untuk meminimalisir terjadinya infeksi mikroorganisme sehingga tidak perlu membutuhkan tambahan antibiotik. Manajemen penggunaan antibiotik yang tepat juga dapat mengurangi resiko terdapatnya residu antibiotik dalam produk pangan.

Kita semua adalah calon dokter hewan dimasa depan, dengan menyadari bahaya residu sedini mungkin diharapkan pikiran-pikiran brilian dapat muncul dengan segera dan satu bencana besar dapat segera diselesaikan. Indonesia tak hanya milik segelintir orang, Indonesia milik seluruh element masyarakat Indonesia. Adanya kerjasama yang baik antar element akan semakin mudah dalam muwujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera. (Artikel diatas disari dari beberapa sumber)

Sebagai langkah untuk menegakkan Keamanan Pangan di Indonesia khususnya untuk memastikan konsumen mendapatkan hak-nya untuk memperoleh pangan yang sehat, maka CV. ET Group Indonesia mengeluarkan beberapa produk Test Kit Antibiotik diantaranya Test Kit Kloramfenikol, Test Kit Beta-Laktam, Test Kit Penisilin, dan Test Kit Tetrasiklin. Test kit didesain agar mudah digunakan sehingga siapa saja dapat menggunakan test kit ini...

Detail lengkap produk Test Kit yang dikeluarkan CV. ET Group Indonesia dan harga serta prosedur pemesanannya dapat dilihat lengkap di website Test Kit Shop di LINK INI.

Sumber Artikel: Labs Consultant

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Find Us on BukaLapak with This LINK and on TokoPedia with This LINK
 
Back to top!