Wednesday, 21 October 2015

Soal Bakso Boraks, BBPOM Lakukan Sampling dan Uji Coba

BANDARLAMPUNG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung akhirnya merespons isu adanya kandungan boraks pada makanan olahan bakso. Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Hartadi mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya sesuai tupoksi dari BBPOM, yakni pengawasan terhadap makanan.

"Sebenarnya kami sejak September telah melakukan sampling dan uji coba terhadap beberapa produsen bakso,” akunya kepada Radar Lampung kemarin (20/10).

Hartadi mengatakan, saat itu pihaknya telah mengambil 16 sampel bakso dari produsen bakso yang tersebar di Bandarlampung. Kemudian setelah pihaknya juga mendapatkan informasi adanya isu pemakaian boraks ini. Beberapa waktu lalu pihaknya juga kembali mengambil lima sampel bakso.

”Dari 16 sampel pertama, 14 di antaranya telah selesai diuji coba. Hasilnya negatif dari penggunaan formalin dan boraks,” ujarnya.

Kemudian dua sisa sampel itu ditambah dengan lima sampel terbaru masih dalam proses ujicoba. Hartadi menuturkan, butuh waktu sekitar 10 hari untuk dapat mengetahui kandungan dari bakso tersebut.

”Kami mengambil sampel secara acak dari beberapa produsen bakso yang kami curigai menggunakan bahan kandungan berbahaya,” lanjutnya.

Upaya tindak lanjutnya akan segera mereka lakukan setelah hasil uji coba telah keluar dan terbukti menggunakan bahan berbahaya. ”Tentunya jika memang terbukti akan langsung kami tindak,” tandasnya.

Sebelumnya, informasi beredarnya bakso yang mengandung boraks di kota ini menuai perhatian Penjabat Wali Kota Bandarlampung Sulpakar.

Dia mengimbau warga Kota Tapis Berseri melapor ke Pemkot Bandarlampung jika menemukan indikasi peredaran bakso boraks di wilayahnya masing-masing. ’’Kalau memang benar, tentu warga juga harus waspada, karena itu berbahaya,” ujarnya.

Mantan Kepala Biro Aset dan Perlengkapan Pemprov Lampung ini juga mengimbau satuan kerja terkait seperti Dinas Kesehatan (Diskes) meningkatkan pengawasannya terkait beredarnya informasi tersebut.

”Tentunya pengawasan terus dilakukan, kami akan tunggu dan lihat perkembangannya bagaimana,” tandasnya.

Diketahui, peredaran boraks yang semakin mudah ditemui di pasaran dan dijual bebas kerap dimanfaatkan oknum pedagang makanan untuk olahan dagangannya. Karena itu, instansi terkait seperti Diskes serta BBPOM diminta meningkatkan pengawasan terhadap bahan pangan yang dijual di masyarakat. (SUMBER: radarlampung.co.id)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Petugas temukan makanan mengandung boraks di kantin SD

Untuk mencegah peredaran makanan dan minuman berbahaya di sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan pemeriksaan makanan di kantin sekolah.

Salah seorang petugas BPOM, Husnul Khatimah mengatakan, tiga kantin Sekolah Dasar (SDN) Kramat 06, SDN 01-06 Paseban, dan SDN 08-09 Kramat diperiksa, hasilnya sejumlah makanan di kantin sekolah tersebut ditemukan makanan mengandung zat berbahaya seperti boraks, dikutip dari beritajakarta.com, Senin (12/10).

"Pemeriksaan langsung dilakukan di lokasi, karena kita siapkan laboratorium mobile. Sehingga hasilnya cepat diketahui," ujarnya.

Tidak hanya makanan di kantin sekolah, jajanan pedagang di luar sekolah juga turut diperiksa petugas. Pemeriksaan melibatkan sejumlah unit terkait seperti Sudin Pendidikan, Sudin Kesehatan, dan BPOM.

Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat, Muhammad Taufik Widrus mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti jajanan yang ditemukan mengandung zat berbahaya dengan meminta pedagang tidak lagi menjual makanan tersebut. Jika masih ditemukan akan diproses sesuai hukum.

"Kami akan kumpulkan seluruh kepala sekolah mulai dari SD-SMA/SMK Agar seluruh kantin di sekolah menjual makanan sehat, tidak ada lagi yang mencampurkannya dengan zat kimia berbahaya," ujar Taufik.

Sementara, Kepala SDN Paseban 05, Karmin mengaku, langsung menegur pemilik kantin di sekolahnya yang menjual makanan mengandung boraks. Pihaknya akan terus memantau jajanan yang dijual di kantin tersebut.

"Langsung kita tegur agar tidak menjual Cireng lagi. Kantin itu juga baru menjual cireng tiga bulan lalu dan itu barangnya didrop dari luar," ujar Karmin. (SUMBER: elshinta.com)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Waspada, BPOM Temukan Kerupuk dan Mie Basah di Pekanbaru Mengandung Boraks

PEKANBARU - Bagi anda pecinta kerupuk nasi ataupun yang doyan mengolah mie basah menjadi makanan, kini perlu waspada. Sebab BPOM menemukan bahan berbahaya dalam dua makanan itu.

Hal ini ditemukan Balai Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pasar Rumbai Pekanbaru saat melakukan inspeksi mendadak, Kamis (8/10/2015). Hasilnya, tiga jenis makanan di pasar itu yakni kerupuk nasi, mie kuning basah, dan mie tiaw mengandung pengawet berbahaya jenis boraks.

"Dari seluruh bahan makanan yang diuji tadi, tiga diantaranya mengandung Boraks. Diantaranya adalah kerupuk nasi, mie kuning basah dan mie tiaw. Ketiga bahan makanan tersebut kemudian dibawa ke BP-POM untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut," ujar Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pasar Rumbai, Rino.

Dikatakanya, Sidak yang dilakukan oleh BP-POM tersebut dalam rangka implementasi aksi pasar aman dari bahan berbahaya di Provinsi Riau, sebagai tindak lanjut balai besar POM di Pekanbaru dengan Sekretaris Dinas Pasar Kota Pekanbaru.

Dari hasil tersebut, kata Rino, Pasar Rumbai ini ditetapkan sebagai pasar yang akan diintervensi di tahun 2015 ini. "Jadi, hal ini dilakukan untuk memberdayakan dan meningkatkan kompetensi pengelola pasar dalam melakukan pengawasan dan peredaran bahan berhaya di Pasar Rumbai ini," terangnya.

Ketika ditanya tindakan apa yang akan dilakukan kepada seluruh pedagang, Rino mengatakan pihaknya sudah meminta agar pedagang segera menghentikan dan tidak lagi menjual barang yang mengandung zat berbahaya tersebut.

"Kita sudah hentikan penjualanya dan melakukan sosialisasi kepada pedagang yang lain agar bisa jeli memilih barang-barang yang akan dijual kepada masyarakat," tuturnya.

Kepada pembeli, Rino juga berpesan untuk bisa waspada dan teliti sebelum membeli bahan makanan di pasar.

"Kejadian seperti ini bukan hanya di Pasar Rumbai ini saja, tetapi bisa saja terjadi juga pada di pasar-pasar lainya. Jadi masyarakat harus cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi bahan makanan," tutupnya.

Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Ia tidak berwarna dan gampang larut dalam air.

Asal tahu saja, gelas pyrex yang terkenal kuat bisa memiliki performa seperti itu karena dibuat dengan campuran boraks. Kemungkinan besar daya pengawet boraks disebabkan oleh senyawa aktif asam borat.

Asam borat (H3BO3) merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat (H2SO4) atau asam khlorida (HCl) pada boraks.

Asam borat juga sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air (3 persen) digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater.

Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, ingat, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisnya penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif.

Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam pembuatan makanan karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk), mi, lontong sebagai pengeras, ketupat, bakso, kecap, dan makanan sejenisnya.

Adapun ciri-ciri makanan yang mengandung boraks yakni bisa dilihat dari segi warna. Makanan yang mengandung boraks biasanya mempunyai warna yang lebih mencolok dan lebih cerah dibanding makanan yang lainnya.

Dari segi tekstur, makanan yang mengandung boraks mempunyai tekstur kenyal saat dimakan. Makanan ini juga terlihat lebih segar dan cerah dibanding makanan lainnya.

Mie basah merupakan salah satu makanan yang paling banyak ditemukan mengandung boraks. Mie basah yang mengandung boraks mempunyai ciri lebih kenyal, lebih mengkilap, tidak lengket, dan tidak cepat putus.

Pedagang yang nakal banyak menggunakan boraks untuk membuat bakso. Ciri bakso yang mengandung boraks itu adalah, teksturnya kenyal dan warnanya cenderung keputihan dibanding bakso lainnya.

Penggunaan boraks juga ada pada kerupuk. Kerupuk yang mengandung boraks mempunyai ciri sangat renyah, namun memberi sedikit rasa getir.

Anda sebaiknya lebih waspada lagi saat akan membeli jajanan atau makanan siap saji. Agar lebih terjamin, sebaiknya Anda membuatnya sendiri di rumah. (SUMBER: datariau.com)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Wednesday, 14 October 2015

Residu Antibiotika dalam Produk Pangan Daging dan Dampak Serius yang Ditimbulkannya

Daging merupakan pangan hewani yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, terutama mengandung asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk (1) pertumbuhan sel-sel baru, (2) pergantian sel-sel yang rusak, serta (3) proses metabolisme tubuh. Daging sangat bermanfaat untuk kesehatan, pertumbuhan, dan kecerdasan manusia, namun juga dapat mengandung bahaya biologis, kimiawi, dan fisik.

Pada peternak hewan, antibiotik merupakan suatu senyawa kimia yang digunakan dengan tujuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang ada dalam tubuh ternak. Selain itu, penggunaan antibitoik juga dapat membantu proses metabolisme yang ada dalam tubuh, sehingga sari-sari makanan dapat terserap dan difungsikan dengan baik. Oleh karena itu, tak jarang saat ini selain digunakan sebagai pengobatan, antibiotik juga ditambahkan dalam pakan ternak dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ternak, khususnya ayam.

Keberadaan antibiotik ditengah-tengah masyarakat peternak sudah tidak diragukan lagi, hampir semua produk pakan yang diberikan ke ayam mengandung antibiotik. Dengan mengkonsumsi pakan yang diberi tambahan antibiotik, pertumbuhan mikroorganisme patogen terutama pada saluran pecernaan ayam akan terhambat dan tentu saja akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ayam yang meningkat. Tentu saja keadaan yang seperti ini dapat menguntungkan peternak karena ayamnya gemuk dan konsumen pun senang.

Akan tetapi, penggunaan antibiotik dapat berakibat buruk dikarenakan dapat menyebabkan adanya residu antibiotik dalam daging. Bahaya residu dapat menjadi permasalahan yang serius, apalagi jika masuk ke dalam tubuh konsumen (manusia). Residu antibiotik sendiri dapat memberikan efek karsinogenik dan dalam jangka panjang dapat berakibat fatal. Beberapa bahaya antibiotik yang berada (residu) pada produk pangan diantaranya:

1. Gangguan pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.

2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.

3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.

4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.

5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.

6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.


Kesadaran sedini mungkin akan bahaya residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi resiko konsumen terpapar residu dalam produk pangan yang telah dikonsumsi. Tak hanya pemerintah yang harus terjun memberantas permasalahan klasik yang makin menjamur di masyarakat dewasa ini. Tapi, segenap masyarakat umum sebagai konsumen, peternak dan produsen pakan ternak juga turut bertanggung jawab untuk menanggulangi pencemaran residu antibiotik dalam produk pangan asal ternak, khususnya ayam.

Sedikit demi sedikit kita dapat memulai untuk menekan kadar antibiotik dalam pakan.  Peternak-peternak ayam pun dapat mulai membenahi sistem manajemen pakan dan kandang untuk meminimalisir terjadinya infeksi mikroorganisme sehingga tidak perlu membutuhkan tambahan antibiotik. Manajemen penggunaan antibiotik yang tepat juga dapat mengurangi resiko terdapatnya residu antibiotik dalam produk pangan.

Kita semua adalah calon dokter hewan dimasa depan, dengan menyadari bahaya residu sedini mungkin diharapkan pikiran-pikiran brilian dapat muncul dengan segera dan satu bencana besar dapat segera diselesaikan. Indonesia tak hanya milik segelintir orang, Indonesia milik seluruh element masyarakat Indonesia. Adanya kerjasama yang baik antar element akan semakin mudah dalam muwujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera. (Artikel diatas disari dari beberapa sumber)

Sebagai langkah untuk menegakkan Keamanan Pangan di Indonesia khususnya untuk memastikan konsumen mendapatkan hak-nya untuk memperoleh pangan yang sehat, maka CV. ET Group Indonesia mengeluarkan beberapa produk Test Kit Antibiotik diantaranya Test Kit Kloramfenikol, Test Kit Beta-Laktam, Test Kit Penisilin, dan Test Kit Tetrasiklin. Test kit didesain agar mudah digunakan sehingga siapa saja dapat menggunakan test kit ini...

Detail lengkap produk Test Kit yang dikeluarkan CV. ET Group Indonesia dan harga serta prosedur pemesanannya dapat dilihat lengkap di website Test Kit Shop di LINK INI.

Sumber Artikel: Labs Consultant

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.