Tuesday, 15 September 2015

Parah, Penggunaan Formalin pada Ayam Disebut Hal Biasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga tersangka kasus pemberian formalin pada ayam potong, AH (46 tahun), MI (43) NR (22) mengaku pemberian formalin pada ayam potong yang siap jual adalah hal biasa. Langkah ini kerap dilakukan oleh kebanyakan rumah potong ayam di Jakarta dan sekitarnya.

Tiga tersangka tersebut adalah salah satu pemilik dari tujuh rumah potong hewan yang terindikasi memakai formalin sebagai pengawet ayam potongnya. Bahkan, NR (22) salah satu pemilik mengaku penambahan formalin pada ayam potong sudah biasa ia lakukan.

NR sendiri merupakan penerus dari usaha rumah potong ayam milik ayahnya. NR mengaku baru setahun ini melakoni bisnis potong ayam. Pemberian formalin ini menjadi sesuatu yang biasa, sebab sejak turun temurun, lima tahun silam pemberian formalin biasa dilakukan.

"Dari tujuh tempat pemotongan baru satu tersangka yang kami ketahui. Enam rumah potong lainnya masih kami lakukan pendalaman," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, AKBP Iwan Kurniawan, Senin (14/9).

Sayangnya, tiga tersangka yang terbukti dan mengakui pemakaian formalin dalam industrinya ini tidak ditahan oleh polisi. Menurut polisi penahanan mereka ditangguhkan karena Ketua RT dan RW setempat menjamin para tersangka.

Tujuh rumah potong ayam yang terbukti menggunakan formalin pada ayam potong ini merupakan hasil sidak dari Ditreskrimsus dengan Badan POM. Sidak ini dilakukan karena keresahan warga yang kerap mendapati ayam dalam keadaan tidak segar.

Tujuh rumah potong ayam di Tangerang ini banyak memasok kebutuhan ayam di seputaran Tangerang kota dan Kabupaten, Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. (Sumber: Nasional.Republika.co.id)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

No comments:

Post a Comment

THANKS SO MUCH FOR: Google Search Engine, GMail, Blogger.Com, Yahoo, Yahoo Mail, Wordpress, Blog Detik, IndoNetwork, Twitter, Facebook, and others that help me reach more useful things with internet