Searching...
Tuesday, 15 September 2015

Awas, Hati-hati Ayam Formalin Beredar di Pasar Tradisional

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lima tahun para pemilik rumah potong hewan menjual ayam-ayam yang direndam dalam cairan pengawet ke pasar tradisional di Banten. “Menurut pengakuan tersangka, salah satu pasar yang menampung ayam mereka adalah Pasar Tanah Tinggi di Kota Tangerang,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banten Mohamad Kashuri, Senin, 14 September 2015.

Satu rumah potong rata-rata menyembelih 300 ekor ayam sehari. Kepada polisi, tiga pemilik rumah potong yang sudah menjadi tersangka mengaku menjualnya ke pasar-pasar tradisional dan modern di Tangerang, seperti Pasar Anyar, Pasar Kamis, Pasar Baru, dan Pasar Kebon Besar. Menurut Kashuri, polisi sedang menelusuri jaringan distributor formalin. “Tak hanya penjualnya, distributornya juga akan kami tindak,” ujarnya.

Kashuri menambahkan, ciri-ciri ayam berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat. Lalu, dagingnya juga terlihat lebih cerah dan mengkilap. Formalin biasanya dipakai untuk mengawetkan mayat. Jika masuk ke dalam tubuh, zat ini akan menyebabkan pelbagai penyakit, terutama kanker.

Meski belum bisa dipastikan semua pasar di Banten menjual ayam berpengawet, BPOM memastikan separuh sampel yang mereka teliti positif mengandung formalin. Kashuri menegaskan akan terus mengawasi peredaran ayam berpengawet. “Kami akan inspeksi mendadak lagi,” tuturnya. (Sumber: Metro.tempo.co)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Find Us on BukaLapak with This LINK and on TokoPedia with This LINK
 
Back to top!