Monday, 28 September 2015

Parah... Sudah Lima Tahun Rumah Potong Ini Jual Ayam Formalin

TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh tempat pemotongan ayam di Tangerang ternyata menggunakan zat pengawet atau formalin. "Agar tetap terlihat segar dan menarik pembeli, mereka mencampur ayam potong dengan formalin cair," kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Iwan Kurniawan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Tangerang Selatan, Senin, 14 September 2015.

Rumah pemotongan ayam itu berlokasi di Jalan Budi Asih, Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Pada 10 September 2015, polisi dan Balai Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Banten melakukan razia dan menetapkan tiga pemilik rumah potong hewan sebagai tersangka dan memeriksa empat saksi.

Kepala Subdirektorat Sumber Daya Alam dan Lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Adi Vivit mengatakan rumah pemotongan hewan itu rata-rata telah beroperasi sekitar lima tahun.

Mereka memasarkan ayam berformalin tersebut ke pasar-pasar di daerah Tangerang Kota. "Mereka mendistribusikan ayam mengandung formalin ke pasar tradisional," tuturnya. Dalam sehari, satu rumah potong hewan tersebut mampu memotong 300 ekor ayam.

Polisi belum menahan tiga pemilik rumah potong hewan yang jadi tersangka, yaitu  Ahmad Mulyono, Misrokim, dan Nur Sain. Musababnya, keluarga hingga ketua RT dan RW menjamin tersangka tak akan lari dan mempersulit penyidikan. "Walaupun tak kami tahan, mereka, tiga tersangka, berada dalam pengawasan ketat kami," tutur Iwan.

Kepala Balai POM Banten Mohamad Kashuri menjelaskan, pihaknya menemukan hampir 50 persen sampel ayam potong yang diujinya mengandung formalin. "Ada beberapa pasar, seperti Pasar Induk Rawu, Serang, dan beberapa pasar di Pandeglang terdapat ayam berformalin," katanya. Meskipun demikian, BPOM belum menetapkan Provinsi Banten sebagai daerah rawan formalin.

Salah seorang tersangka, Nu Sain, mengatakan melakukan praktek curang tersebut selama lima tahun. "Saya hanya melanjutkan usaha keluarga," tuturnya.  Dari penggeledahan di 7 rumah potong ayam tersebut, Polda Metro Jaya menyita 1,5 ton ayam berformalin dan 5 jeriken formalin cair.

Para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 135 Huruf B juncto Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Lalu Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Pelaku bisa dipenjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar," ujar Iwan.

Sumber: GANGSAR PARIKESIT, MUHAMMAD KURNIANTO | Metro.Tempo.Co

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Friday, 25 September 2015

Konsumen Cerdas Wajib Beli Test Kit Untuk Uji Makanan Sendiri

SURYA Online, SURABAYA - Menjadi konsumen yang cerdas menjadi pilihan paling masuk akal agar bisa menghindari makanan mengandung bahan berbahaya.

Caranya, memasak sendiri, mengetahui ciri-ciri makanan sehat hingga melakukan tes secara mandiri terhadap makanan yang akan dikonsumsi.

Perilaku seperti ini jelas perlu. Karena selama ini, masyarakat sebagai konsumen tidak bisa berbuat apa-apa dalam upaya menghentikan peredaran makanan berbahaya.

Dinas Kesehatan atau Balai Pengawasan Obat dan Makanan hingga polisi hanya sesekali melakukan pengawasan dengan razia isidentil seperti saat bulan Ramadan karena peredaran makanan meningkat dari bulan biasanya.

Ningsih (37) ibu rumah tangga di Kota Surabaya ini misalnya. Ia rela menyisihkan uang Rp 200.000 hingga Rp 400.000 untuk membeli test kit atau alat pengetes boraks dan formalin.

Test kit ini buatan dalam atau luar negeri ini dengan mudah didapat di toko kimia atau apotik serta mulai banyak diperjual-belikan melalui situs online. Salah satu toko online yag menyediakan aneka test kit tersebut adalah TEST KIT SHOP (link ini) dengan merk test kit EASY TEST KIT. Toko online tersebut juga dapat ditemukan di Bukalapak (link ini) atau di TokoPedia (link ini).

"Test kit ini cukup membantu mengetahui mana makanan yang berboraks atau yang berformalin. Cara kerjanya juga gampang dan cepat," kata Ningsih.

Ibu tiga anak ini menceritakan, adanya test kit ini memang membuatnya tahu mana makanan yang aman dan makanan berbahaya.
Namun keberadaan test kit ini juga membuatnya geleng-geleng kepala karena membuatnya tahu betapa banyak makanan mengandung boraks dan formalin yang beredar di pasaran.

"Bakso, cilok, tahu, mie ayam, sosis, nuggets, tempura, kerupuk semuanya ada unsur formalin dan boraks. Sampai bingung sekarang kalau mau jajan khususnya buat anak-anak," ucapnya.

Ningsih memilih hanya membeli dua jenis test kit boraks dan formalin, sedangkan test kit untuk zat pewarna non makanan dirinya memilih tidak membeli.

Alasannya, makanan dengan zat pewarna non makanan lebih mudah dideteksi secara kasat mata.

"Warna makanan atau minumannya kan kelihatan, pasti merah, kuning atau hijau banget. Kalau sudah begitu sudah hampir pasti pakai pewarna non makanan," ucapnya.

"Kalau bukan saya sendiri siapa lagi yang melindungi," ucapnya meniru tagline iklan produk sabun kesehatan.

Sumber: Surabaya.TribunNews.Com

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Tuesday, 15 September 2015

Parah, Penggunaan Formalin pada Ayam Disebut Hal Biasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga tersangka kasus pemberian formalin pada ayam potong, AH (46 tahun), MI (43) NR (22) mengaku pemberian formalin pada ayam potong yang siap jual adalah hal biasa. Langkah ini kerap dilakukan oleh kebanyakan rumah potong ayam di Jakarta dan sekitarnya.

Tiga tersangka tersebut adalah salah satu pemilik dari tujuh rumah potong hewan yang terindikasi memakai formalin sebagai pengawet ayam potongnya. Bahkan, NR (22) salah satu pemilik mengaku penambahan formalin pada ayam potong sudah biasa ia lakukan.

NR sendiri merupakan penerus dari usaha rumah potong ayam milik ayahnya. NR mengaku baru setahun ini melakoni bisnis potong ayam. Pemberian formalin ini menjadi sesuatu yang biasa, sebab sejak turun temurun, lima tahun silam pemberian formalin biasa dilakukan.

"Dari tujuh tempat pemotongan baru satu tersangka yang kami ketahui. Enam rumah potong lainnya masih kami lakukan pendalaman," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, AKBP Iwan Kurniawan, Senin (14/9).

Sayangnya, tiga tersangka yang terbukti dan mengakui pemakaian formalin dalam industrinya ini tidak ditahan oleh polisi. Menurut polisi penahanan mereka ditangguhkan karena Ketua RT dan RW setempat menjamin para tersangka.

Tujuh rumah potong ayam yang terbukti menggunakan formalin pada ayam potong ini merupakan hasil sidak dari Ditreskrimsus dengan Badan POM. Sidak ini dilakukan karena keresahan warga yang kerap mendapati ayam dalam keadaan tidak segar.

Tujuh rumah potong ayam di Tangerang ini banyak memasok kebutuhan ayam di seputaran Tangerang kota dan Kabupaten, Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. (Sumber: Nasional.Republika.co.id)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Awas, Hati-hati Ayam Formalin Beredar di Pasar Tradisional

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lima tahun para pemilik rumah potong hewan menjual ayam-ayam yang direndam dalam cairan pengawet ke pasar tradisional di Banten. “Menurut pengakuan tersangka, salah satu pasar yang menampung ayam mereka adalah Pasar Tanah Tinggi di Kota Tangerang,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banten Mohamad Kashuri, Senin, 14 September 2015.

Satu rumah potong rata-rata menyembelih 300 ekor ayam sehari. Kepada polisi, tiga pemilik rumah potong yang sudah menjadi tersangka mengaku menjualnya ke pasar-pasar tradisional dan modern di Tangerang, seperti Pasar Anyar, Pasar Kamis, Pasar Baru, dan Pasar Kebon Besar. Menurut Kashuri, polisi sedang menelusuri jaringan distributor formalin. “Tak hanya penjualnya, distributornya juga akan kami tindak,” ujarnya.

Kashuri menambahkan, ciri-ciri ayam berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat. Lalu, dagingnya juga terlihat lebih cerah dan mengkilap. Formalin biasanya dipakai untuk mengawetkan mayat. Jika masuk ke dalam tubuh, zat ini akan menyebabkan pelbagai penyakit, terutama kanker.

Meski belum bisa dipastikan semua pasar di Banten menjual ayam berpengawet, BPOM memastikan separuh sampel yang mereka teliti positif mengandung formalin. Kashuri menegaskan akan terus mengawasi peredaran ayam berpengawet. “Kami akan inspeksi mendadak lagi,” tuturnya. (Sumber: Metro.tempo.co)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

1,5 Ton Ayam di Tangerang Mengandung Formalin

VIVA.co.id - Tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi rumah-rumah pemotongan ayam di Tanah Tinggi, Jalan Budi Asih, Kota Tengerang.

Sidak yang dipimpin oleh Kepala Subdit Sumber Daya Lingkungan Ditreskrimsus, Ajun Komisari Besar Polisi Adi Vivid, menemukan sebagian besar pemotongan menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya yang teridentifikasi formalin.

"Dari uji sampel yang dilakukan oleh petugas badan POM ditemukan ada tujuh tempat pemotongan dinyatakan positif menggunakan formalin. Bahkan, ditemukan jeriken yang berisi formalin cair sebanyak lima buah," ujar Adi di tempat pemusnahan ayam berformalin di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin, 14 September 2015.

Dari tujuh tempat tersebut, disita sebanyak ribuan ekor ayam potong atau sekitar 1,5 ton yang diduga telah mengandung formalin. Disita juga barang bukti sebanyak lima jeriken berisi formalin cair untuk dilakukan penyitaan dan selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

"Kita menyita ribuan ekor ayam atau sekitar 1,5 ton ayam yang diduga mengandung formalin," ungkapnya.

Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan tiga tersangka yaitu AH (46 tahun), MI (43) dan NR (22). "Ketiganya merupakan pemilik rumah pemotongan," kata Adi.

Sedangkan empat saksi diperiksa terkait ayam berformalin ini yaitu RF (21), AB (37), IM (20) dan HD (25).

Atas perbuatannya, Pelaku dijerat pasal berlapis yaitu dugaan menggunakan bahan yang dilarang sebagai bahan tambahan pangan atau menggunakan bahan tambahan melebihi batas ambang sebagaimana diatur dalam pasal 136 huruf b jo pasal 35 ayat (1) UU No 18 tahun 2012 tentang pangan dan atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. (Sumber: metro.news.viva.co.id)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Thursday, 3 September 2015

Asam salisilat, Bahayanya Untuk Kesehatan dan Alat Uji Cepatnya

Asam salisilat, Bahayanya Untuk Kesehatan dan Alat Uji Cepatnya - Asam salisilat sering disebut aspirin. Pada aspirin ini adalah analgetik dan anti-inflamasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa aspirin dapat mengurangi jumlah asam folat dalam darah, meskipun kepastian perubahan belum terbukti.

Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang dapat digunakan secara topikal. Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai obat luar, yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Di samping itu digunakan pula garam salisilat. Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat.

Asam salisilat mendapatkan namanya dari spesies dedalu (bahasa Latin: salix), yang memiliki kandungan asam tersebut secara alamiah, dan dari situlah manusia mengisolasinya. Penggunaan dedalu dalam pengobatan tradisional telah dilakukan oleh bangsa Sumeria, Asyur dan sejumlah suku Indian seperti Cherokee.

Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap ke dalam salisilat baru. Selain sebagai obat, asam salisilat juga merupakan hormon tumbuhan.

Asam salisilat (ortho-Hydroxybenzoik acid) dapat mencegah terjadinya penjamuran pada buah dan telah digunakan dalam pabrik cuka. Namun, penggunaan asam salisilat sebagai pengawet makanan seperti yang diatur Pemerintah Amerika pada tahun 1904 disalahgunakan untuk pengawet makanan pada produsen-produsen makanan yang nakal.

Asam salisilat dilarang digunakan sebagai bahan pengawet makanan di Indonesia. Pasalnya, asam salisilat memiliki iritasi kuat ketika terhirup atau tertelan. Bahkan ketika ditambah air, asam salisilat tetap memberikan gangguan kesehatan pada tubuh karena dapat menyebabkan nyeri, mual, dan muntah jika tertelan.

Pada sebuah sebuah survei terhadap sup sayuran, disebutkan bahwa sup sayuran nonorganik mengandung asam salisilat hampir enam kali lipat ketimbang sup sayuran organik. Kandungan asam salisilat dalam tanaman secara alami berguna untuk tanaman bertahan dari serangan penyakit. Namun bila kandungan asam salisilat melebihi dan berlebihan masuk ke dalam tubuh, maka gangguan kesehatan dapat terjadi, misalnya terjadi pengerasan dinding pembuluh darah dan kanker saluran pencernaan.

Meskipun pemerintah telah melarang penggunaan bahan-bahan tersebut dan telah menertibkan penyaluran bahan-bahan diatas namun masih saja ada yang berlaku curang, lemahnya pengawasan dari pemerintah memudahkan oknum-oknum untuk menjual secara bebas. Produk yang mengandung bahan-bahan tersebut yang tidak sesuai prosedur CPMB (Cara Pengolahan Makanan yang Baik) dan melebihi batas kadar yang ditetapkan oleh Badan POM telah ditarik dari pasaran untuk melindungi hak konsumen dari penyalahgunaan bahan-bahan makanan. (SUMBER: Labsconsultant.Blogspot.Com)

Test Kit (Rapid Test/ Alat Uji Cepat) Salisilat merk ET

Test Kit Salisilat adalah test kit untuk pengujian cepat keberadaan asam salisilat ATAU TURUNANNYA pada produk makanan atau minuman (screening test). Test kit ini didesain untuk 50 kali pemakaian analisis.

ISI DALAM 1 PAKET KEMASAN TEST KIT:
- 1 Botol Reagent A 10 ml
- 1 Botol Reagent B 10 ml
- 1 lembar Petunjuk Pemakaian

HARGA DAN DETAIL LENGKAP PRODUK DAPAT DILIHAT DI LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Petugas Temukan Makanan Berformalin di Kantin Sekolah

JAKARTA - Sedikitnya lima dari 12 jenis makanan yang diperiksa mengandung bahan berbahaya di kantin Labschool Rawamangun, Jakarta Timur. Lima makanan berbahaya itu mengandung formalin, boraks dan rodhamine atau pewarna tekstil.

Hal itu diketahui berdasarkan sidak yag dilakukan oleh Tim Jejaring Pangan Jakarta Timur. Petugas itu terdiri dari Sudin Kesehatan, Kantor Perencanaan Kota (Kapenko), Sudin Kominfo, Sudin Pertanian dan Kelautan Jakarta Timur.

"Lima sampel yang mengandung bahan berbahaya di antaranya, bola-bola lobster positif formalin, baso dan sosis positif boraks, mi positif formalin, saos positif rodhamin atau pewarna tekstil," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Husein Murad di lokasi, Jumat 7 Agustus 2015.

Meski sekolah tersebut bertaraf internasional, kata dia, tidak menjamin makanan yang ada di kantin bebas dari bahan berbahaya. "Cukup memprihatinkan ya, ini kan termasuk sekolah terbaik di Jakarta Timur. Tapi masih ditemukan makanan yang positif bahan-bahan berbahaya," tambahnya.

Husein mengimbau, kepada pihak sekolah dan orangtua murid agar selalu berkoordinasi untuk mengawasi makanan di kantin sekolah. "Semua pihak harus turun tangan, pihak sekolah dan orangtua diharapkan bisa mengawasi secara rutin. Misalnya dua hari sekali," ujarnya.

Sementara itu, Azra siswi SMP Labschol kelas VII  mengaku kaget, dengan temuan dari Tim Jejaring Pangan tersebut. "Kaget dan khawatir iya, untungnya biasa bawa bekal," kata Azra.

Perlu diketahui, efek jangka panjang dari mengonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya yakni penyakit kanker, keracunan pada hati dan kerusakan ginjal dan organ tubuh lainnya hingga berujung pada kematian. (Sumber: Metro.SindoNews.Com)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Waduh! Es Batu pun Diberi Formalin

SURABAYA –  Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur mencurigai adanya zat formalin dalam es batu yang digunakan untuk mengawetkan ikan.

Temuan itu berawal dari hasil uji makanan olahan warga binaan dinas tersebut. Setiap mengadakan bazar, mereka selalu menguji makanan yang dipamerkan. Petugas pun terkejut. Ternyata, sebagian camilan hasil olahan ikan mengandung formalin.

"Kami temukan saat bazar di sini (Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Red) 8 Mei lalu," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim Heru Tjahjono Rabu (24/6).

Saat itu, para pelaku UKM membantah telah mencampur formalin pada makanan yang mereka olah. Para pengusaha tersebut juga merasa dirugikan oleh penemuan itu. Akhirnya, beberapa pengusaha melakukan penelitian.

Heru lantas menyebut seorang pengusaha camilan udang yang membeli bahan langsung dari tambak. Kemudian, dia membagi dua udang yang dibelinya. Satu diberi es batu dan satu lagi langsung diolah.

Rupanya, udang yang diberi es batu terlebih dahulu positif mengandung formalin. "Dia beli es batu dari penjual di dekat tambak. Sayang, es batunya tidak dibawa untuk kami uji coba," ungkap Heru.

Meski demikian, Heru belum berani menetapkan bahwa es batu itu benar-benar dicampur formalin. Untuk memastikannya, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Khususnya, balok es yang digunakan untuk mengawetkan ikan.

Berdasar temuan itu, Heru akan melakukan beberapa langkah antisipatif. Yaitu, mengecek ikan-ikan yang masuk ke pelabuhan. Apabila ada es batu di sana, petugas akan melakukan pengecekan formalin. "Lebih mudah lagi kalau nelayan tahu tempat pembuatan es baloknya di mana karena es balok ini sulit dilacak siapa pembuatnya," tuturnya.

Ketika ditanya tentang es batu berformalin, pedagang ikan di Pabean mengaku tidak mengetahuinya. Mereka biasanya membeli es balok dari koperasi di pasar. "Kalau pakai es, ikannya bisa awet empat hari. Kalau tidak, ya dua hari saja sudah busuk," ujar Sukiman, salah seorang penjual ikan.

Sementara itu, petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya bertindak cepat dengan mengamankan produk yang positif mengandung bahan berbahaya. "Ada yang langsung dimusnahkan dan ada pula yang diambil petugas," terang Kepala BBPOM di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa.

Dia berharap masyarakat jeli memilih bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Misalnya, ikan segar. Ciri ikan segar yang baik adalah bentuknya tidak lunak, matanya jernih, dan insangnya masih merah. ”Ikan yang tidak dihinggapi lalat sama sekali malah berbahaya. Karena bisa jadi mengandung formalin,” kata Bagus.

Formalin biasanya juga terdapat dalam tahu dan mi basah. Untuk mi, cirinya tidak lengket dan lebih mengkilat. Sementara itu, tahu berformalin tidak mudah hancur. ”Formalin digunakan agar makanan awet. Biasanya, lebih dari satu hari,” ucapnya. Bahaya formalin adalah bisa merusak organ dalam, kanker, bahkan mengakibatkan kematian.

Selain formalin, bahan kimia lain yang sering digunakan adalah boraks. Biasanya, boraks dicampur dalam mi basah, bakso, lontong, cilok, otak-otak, dan rambak. Tujuannya, makanan menjadi kenyal dan kerupuk lebih renyah. ”Bahayanya boraks sama dengan formalin. Bisa menyebabkan kematian,” bebernya. (SUMBER: m.JPNN.com)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Formalin dalam Makanan Picu Berbagai Kanker

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Meski sudah berlangsung lama, penyalahgunaan formalin menjadi pengawet makanan di Indonesia tidak pernah tuntas diatasi. Padahal, kandungan berlebih formaldehida, senyawa aktif dalam formalin, dalam tubuh bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari peradangan saluran cerna hingga berbagai jenis kanker.

Menurut ahli kimia pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Nuri Andarwulan, dihubungi dari Jakarta, Kamis (23/4), formalin ialah larutan formaldehida dengan konsentrasi 37 persen. Selain cair, formaldehida bisa berbentuk gas atau serbuk.

Formaldehida ialah bahan penting dalam industri. Peranannya sulit digantikan. Senyawa aktif itu digunakan sebagai perekat kayu lapis, pengawet kayu, pembunuh kuman, bahan baku plastik, bahan cat, bahan bangunan, dan bahan komponen mobil.

"Masalahnya, formaldehida di Indonesia disalahgunakan jadi pengawet makanan," ujarnya. Penyalahgunaan serupa ditemukan di sejumlah negara berkembang. Beberapa bahan makanan yang kerap ditemukan mengandung formalin ialah mi basah, tahu, bakso, ikan, hingga roti.

Formaldehida termasuk bahan kimia berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, formaldehida tidak boleh dipakai di industri makanan. "Jika formalin untuk pengawetan makanan, itu jelas menyalahi aturan," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo.

Meski demikian, lanjut Nuri, formaldehida banyak ditemukan di alam. Formaldehida dihasilkan dari proses metabolisme semua makhluk hidup. Oleh karena itu, kandungan formaldehida banyak ditemui pada beragam jenis sayur, buah, daging, produk susu, hingga ikan laut.

Beberapa produk pertanian dengan kandungan formaldehida tinggi ialah jamur shiitake kering yang punya 100-406 miligram formaldehida per kilogram dan buah pir 38,7-60 miligram/kilogram. Selain itu, ada kembang kol dengan kandungan formaldehida 26,9 miligram/kilogram, anggur 22,4 miligram/kilogram, dan kentang 19,5 miligram/kilogram.

Penyalahgunaan bahan kimia formaldehida untuk pengawet akan membuat kandungan formaldehida dalam sejumlah bahan pangan itu kian tinggi.

Selain makanan, paparan formaldehida pada manusia bisa berasal dari bahan bangunan dan perabot di rumah ataupun mobil. Paparan juga bisa bersumber dari udara sekitar. Formaldehida pada udara berasal dari rokok, pembangkit listrik, gas buang kendaraan, atau industri.

Mekanisme alami

Namun, tubuh manusia punya mekanisme alami mendetoksifikasi formaldehida dalam jumlah tertentu. Setiap menit, liver mengonversi 22 miligram formaldehida menjadi karbon dioksida.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, asupan harian yang bisa ditoleransi (TDI) untuk formaldehida dalam air minum ialah 150 mikrogram per kilogram berat badan.

Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta, AR Inge Permadhi, mengatakan, konsumsi makanan yang mengandung formaldehida tinggi akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan. Akibatnya, muncul mual, muntah, dan diare. Jika masuk dalam darah, formaldehida menyebabkan pusing.

Persoalannya, sedikit kandungan formaldehida pada makanan akan sulit dideteksi karena tak banyak mengubah tekstur ataupun aroma makanan. Dalam jangka panjang, bahan kimia tersebut tertimbun dalam tubuh dan sulit dimetabolisme tubuh. Hal itu mengakibatkan formaldehida dalam tubuh akan masuk ke inti sel dan memicu mutasi genetik hingga menimbulkan berbagai jenis kanker.

Badan Riset Kanker Internasional (IARC) WHO menyebut ada hubungan antara formaldehida yang terhirup dan munculnya kanker nasofaring (faring atau tekak adalah daerah antara rongga hidung, mulut, dan kerongkongan) dan leukemia (kanker darah). Paparan formaldehida juga dikaitkan kanker mulut, saluran pernapasan, paru-paru, otak, hingga pankreas.

Inge menambahkan, kandungan formalin tinggi pada bahan makanan bisa dideteksi dari aromanya yang seperti mengandung bahan obat. Sementara dari penampilannya, makanan berformalin biasanya lebih kenyal, tidak mudah rusak, dan tidak dihinggapi lalat. (SUMBER: Aceh.TribunNews.Com)

CARA MENGETAHUI ADANYA FORMALIN

Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta Dewi Prawitasari memberi tahu cara mengetahui makanan yang mengandung formalin.

"Kalau formalin atau boraks, memang harus ada pengujian setelah dimasak. Tidak bisa mentah," kata Dewi saat inspeksi di Rawamangun, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kandungan formalin pada makanan sulit diketahui dengan hanya mencium aromanya. Menurut dia, kandungan formalin pada makanan bisa diketahui dengan menaruh makanan selama tiga hari dalam ruangan bersuhu kamar, sekitar 25 derajat Celsius. Makanan yang mengandung formalin, seperti tahu, tidak rusak atau berlendir setelah tiga hari. "Tidak ada semut atau lalat yang mendekat," kata Dewi.

Ia menambahkan, tahu yang mengandung formalin umumnya berbau menyengat serta lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Dewi menjelaskan pula bahwa mie basah yang mengandung boraks biasanya kenyal, tidak lengket dan terlihat lebih mengkilap. Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil, ia melanjutkan, warnanya mencolok dan menimbulkan titik-titik warna pada makanan.

Untuk langkah mudah, dapat digunakan TEST KIT FORMALIN yang akan membantu seseorang mendeteksi keberadaan formalin dalam makanan atau minuman. Detail info Test Kit Formalin dapat dibaca di LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Kloramfenikol, Bahayanya Untuk Kesehatan dan Alat Uji Cepatnya

Kloramfenikol, Bahayanya Untuk Kesehatan dan Alat Uji Cepatnya - Pada tahun 2001 adanya issue tentang bahaya chloramphenicol menjadi suatu ganjalan untuk melakukan eksport ke nerara Uni Eropa. Setelah keluarnya Commision Uni Eropa pada tanggal 27 Desember 2001 yang menyatakan telah terdeteksi cemaran Chloramphenicol sebesar 0,075 ppb pada produk udang ekspor Indonesia yang masuk negara UE harus ditolak serta dihancurkan dan tidak diberikan kesempata re-ekspor. Nah, oleh karena larangan tersebut maka seluruh perusahaan perikanan diwajibkan untuk melakukan uji Antibiotic Chloramphenicol pada udang sebelum di ekspor.

Kloramfenikol, merupakan salah satu antibiotik yang disalahgunakan sebagai pengawet udang segar. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan berdampak terjadinya resistensi pada pengobatan

Kloramfenikol dapat dihasilkan dari jenis bakteri Streptomyces venezuela secara alamiah, tetapi juga dapat diproduksi secara sintetis. Kedua jenis kloramfenikol ini dapat dibedakan. Kloramfenikol dapat digunakan untuk pengobatan dan juga sebagai pakan imbuhan pada ternak, tetapi sejak tahun 1982, Indonesia melarang menggunakan kloramfenikol untuk pengobatan hewan yang akan dikonsumsi manusia dan juga sebagai pakan imbuhan pada ternak. Peraturan ini bagi pelaku bisnis bidang perikanan tidak mengindahkannya dengan berbagai alasan. Sebagai pengobatan merupakan drug of choice dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Menurut Peraturan menteri Kesehatan RI no. 722/Menkes/Per/1988 mencantumkan daftar bahan kimia berbahaya yang dilarang dalam makanan:
1. Natrium Tetraborat (Boraks)
2. Formalin (Formaldehid)
3. Minyak nabati dibrominasi
4. Kloramfenikol, kalium klorat
5. Nitrofurazon, dietilpilokarbonat
6. Asam salisilat beserta garamnya

Berdasarkan Peraturan menteri Kesehatan RI no. 1168/Menkes/Per/X/1999 menambahkan daftar bahan kimia yang harus dihindari, yaitu:
1. Rhodamin B (pewarna merah)
2. Methanyl yellow (pewarna kuning)
3. Kalsium bromat (pengeras)
4. Asam Borat (Boric Acid) dan senyawanya
5. Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate DEPC)
6. Dulsin (Dulcin)
7. Kalium Klorat (Potassium Chlorate)

Kloramfenikol  merupakan antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. Aktivitas antibakterinya bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan jalan meningkatkan ribosom subunit 50S yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram positif dan beberapa bakteri aerob gram negatif.

Kloramfenikol merupakan antibiotik spektrum luas. Adapun efek samping dalam penggunaan obat kloramfenikol adalah sebagai berikut:
  1. Reaksi hematologik berupa depresi sumsung tulang dan anemia aplastik
  2. Reaksi saluran cerna yakni mual, muntah,  diare, glositis, dan enterokolitis
  3. Sindrom gray
  4. Menghambat fungsi penggabungan oksidase hepatik yang dapat mengakibatkan penghambatan metabolisme obat seperti walfarin, fenitonin, tolbutamin, dan klorporamid.
  5. Kloramfenikol apabila diberikan pada anak usia di bawah satu tahun dapat menyebabkan penyakit kuning.

Test Kit (Rapid Test/ Alat Uji Cepat Kloramfenikol merk ET

Test Kit Kloramfenikol adalah test kit uji kualitatif (dapat diketahui apakah suatu produk mengandung kloramfenikol atau tidak) yang didesaian untuk dapat digunakan secara mudah oleh siapa saja meskipun tanpa latar belakang ilmu kimia atau laboratorium. Test kit didesain untuk 50 kali pengujian.

ISI DALAM 1 PAKET KEMASAN TEST KIT:
- 1 Botol Reagent A 100 ml
- 1 Botol Reagent B 10 ml
- 1lembar Petunjuk Pemakaian

HARGA DAN DETAIL LENGKAP PRODUK DAPAT DILIHAT DI LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Aspartame, Bahayanya Untuk Kesehatan dan Alat Uji Cepatnya

Berikut pemaparan efek bahaya Aspartam (Aspartame) bagi kesehatan yang tidak kalah bahayanya seperti bahaya formalin. Tulisan disunting dari smallcrab.com yang bersumber dari articles.mercola.com...

Aspartame adalah nama umum dari produk yang bernama NutraSweet, Equal, Spoonful, Equal-Measure, dan Tropicana Slim. Aspartame atau pemanis buatan, biasa ditemukan sebagai bahan pemanis dalam beberapa makanan dan minuman disekitar kita. Namun banyak orang belum mengetahui efek samping negatif dari aspartame yang tidak bisa disepelekan sama dengan makanan yang mengandung formalin.

Efektif Mengenyahkan Serangga

Coba Anda membeli produk makanan ringan terkenal atau membeli minuman yang manis rasanya di supermarket, terus perhatikan labelnya, akan tercantum nama aspartame di sana. Selain itu, para profesional kesehatan juga menganjurkan aspartame sebagai gula yang aman bagi  penderita diabetes (misal: Tropicana Slim). Namun, tahukah Anda bahwa aspartame ternyata efektif digunakan sebagai racun semut.

Pernah terjadi, seseorang memiliki masalah hama semut di kamar mandinya. Sadar akan pengaruh aspartame sebagai bahan kimia yang beracun, suatu hari dia menaburkan aspartame di tiap pojok kamar mandinya. Ternyata usahanya berhasil. Dia tidak melihat semut-semut ada di kamar mandinya lagi.

Aspartame juga efektif untuk mengenyahkan masalah semut merah (biasanya tidak mempan dengan berbagai racun). Tidaklah heran jika aspartame bekerja bak racun serangga, karena asam asparctic yang terkandung dalam produk beracun telah terbukti bersifat exitotoxin yang menyebabkan sel-sel otak menjadi cepat mati, sama seperti yang terjadi dengan kasus semut-semut tadi.

Efek Merusak pada Manusia Tak Kalah dengan Formalin

Jika tadi adalah contoh efek negatif aspartame terhadap semut, berikut adalah penuturan para ahli mengenai efek negative aspartame bagi manusia yang cukup mengerikan dan tak kalah dengan bahayanya formalin.

“Aspartame (NutraSweet) merusak secara pelan-pelan dan tak terasa bagi tubuh dan itulah alasan mengapa kita harus menghindarinya. Akan diperlukan satu tahun, lima, 10 atau 40 tahun, tapi dalam jangka panjang akan nampak perubahan yang menyebabkan penyakit ringan maupun berat. Aspartame punya efek yang mendalam pada mood seseorang, kecemasan, pusing, kepanikan, mual, iritabilitas, gangguan ingatn dan konsentrasi.” Ralph Walton, M.D

“Saya telah mengamati adanya masalah kerusakan intelektual yang berat sehubungan dengan penggunaan produk-produk aspartame. Biasanya bermanifestasi dalam susah membaca dan menulis, susah mengingat, sering lupa waktu, tempat bahkan orang lain yang pernah dia kenal. Banyak efek dari aspartame begitu serius termasuk kejang-kejang dan kematian. Efek lainnya yaitu: sakit kepala/migraine, pusing, sakit persendian, mual, mati rasa, kejang otot, kegemukan, gatal-gatal, depresi, kelelahan, lekas marah, tachycardia, insomnia, kebutaan, ketulian, jantung berdebar, sesak nafas, kecemasan, gangguan berbicara, kehilangan indra pengecap, telinga berdengung, vertigo, dan lupa ingatan.” H. J. Roberts, M.D.

Test Kit (Rapid Test/ Alat Uji Cepat Aspartame merk ET

Test Kit Aspartame adalah alat uji cepat (rapid test) senyawa aspartam pada produk atau bahan uji padatan atau cairan. Alat Test asparta ini mudah pemakaiannya bahkan oleh orang awam tanpa bacground keahlian laboratorium.

Isi dalam 1 paket test kit:
- 1 botol REAGENT A
- 1 botol REAGENT B
- 1 botol kaca untuk pengujian
- 1 lembar petunjuk pemakaian

HARGA DAN DETAIL LENGKAP PRODUK DAPAT DILIHAT DI LINK INI

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

List Produk Kami

Produk Test Kit Merk "Easy Test Kit":
Produk Test Kit Merk "Labs":

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.