Friday, 1 May 2015

Polisi Bongkar Pabrik Mi Formalin

ET Today News - Pabrik yang memproduksi mi berformalin kembali diungkap polisi. Mi berbahaya itu selama ini didistribusikan ke wilayah Gresik, Jawa Timur. Satu orang pemilik usaha ditangkap polisi dan dijadikan tersangka.

Tersangka adalah Tukinan, 53, warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabon, Kabupaten Malang. Dia telah tiga tahun memproduksi mi yang dicampuri bahan pengawet formaalin dan diedarkan di beberapa wilayah Jawa Timur seperti Gresik, Surabaya, dan Kediri.

Kepala Kepolisian Resor Gresik, AKBP Ady Wibowo, mengatakan bahwa pengungkapan industri rumahan mi formalin itu berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan ada distributor mi tanpa label. “Anggota kemudian menyelidiki dan melakukan tes laboratorium. Hasilnya, mi mengandung bahan pengawetnya,” katanya, Selasa, 28 April 2015.

Biasanya mi tersebut dibeli para pedagang bakso dan mi ayam di pasar baru, dalam kemasan kantong seberat lima kilogram. Setiap kantongnya dibanderol Rp32 ribu.

Ady menjelaskan, dari penyelidikan di Pasar Gresik, selanjutnya aparat dari Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Gresik mengembangkan hingga ke distributor di Pasar Ngronggo, Kabupaten Kediri. “Dari penyidikan distributor di Kediri, mengakui mendapatkan mi dari Malang,” ungkapnya.

Setelah proses penyidikan di Kediri selesai, aparat bergerak menuju Malang. Sekitar pukul 21.00 aparat mendatangi lokasi produksi mi di Desa Temantren. “Tersangka memproduksi mi di sebuah gudang berukuran 8x14 meter persegi,” jelas Kapolres.

Tersangka dijerat pasal 136 huruf b Undang-Undang Nomor 18 Tahun2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman tujuh tahun kurungan penjara. “Pembeli di pasar harus jeli, jika melihat ada makanan tanpa ada label dan mencurigakan segera lapor polisi,” pintanya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Gresik, AKP Iwan Hari Poerwanto, menambahkan bahwa produsen mi berformalin itu setiap harinya bisa memproduksi sekitar 60 sampai 70 kantong plastik berukuran lima kilogram. “Produksinya dibantu empat orang karyawan,” tambahnya.

Cara pembuatannya, awalnya bahan mentah tepung terigu dan tepung tapioka. Setelah itu, campuran antara tepung terigu dan tapioka yang sudah terbentuk dimasukkan ke dalam alat pencetak mi bernama rol. Selanjutnya, mi yang telah jadi itu dimasukkan ke dalam sebuah tungku yang berisi air yang sudah dicampuri pengawet dan pewarna seperti soda as, borax (pengenyal makanan) dan formalin. “Setelah itu mi diangkat dari tunggu dan dikeringkan dengan blower,” jelas Iwan.

Iwan mengatakan, seluruh barang bukti alat pembuatan mi telah disita. Peralatan seperti rol, mixer dan dan bahan baku disita semuanya. “Total ada 179 kantong mi yang disita dan semua isi gudang,” pungkasnya.

SUMBER : Viva.Co.Id

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Pemerintah Depok Tak Serius Awasi Makanan Bebas Formalin

ET Today News, Depok - Pemerintah Kota Depok tidak serius mengawasi makanan bersih dan sehat yang dijual di pasar-pasar tradisional. "Dalam setahun anggaran Dinas Kesehatan untuk mengawasi hanya sekali," kata Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Dinkes Kota Depok Sih Mahayanti, Jumat, 24 April 2015.

Selain itu, instansi ini juga sulit mengawasi keberadaan pabrik tahu di wilayahnya. Banyak yang belum berizin, tutur Sih Mahayanti, dan Dinas Kesehatan belum memiliki data penyebarannya yang pasti.

Walhasil mereka bingung melakukan pengawasan. Sih Mahayanti menjelaskan pernah instansinya mengawasi 15 pabrik tahu pada 2013. "Namun tidak ada temuan," katanya.

Rabu, 22 April 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan bersama Mabes Polri menggerebek pabrik tahu yang menggunakan formalin di Kelurahan Ragajaya, Bojonggede. Setiap hari pabrik tersebut memproduksi 1,8 ton tahu yang dicampur formalin sebagai pengawet.

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran produk berbahaya, Pemerintah Kota Depok, kata Sih, akan membentuk Tim Pengawas Terpadu. Langkah ini sesuai dengan rekomendasi Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Sih Mahayanti, pada 2 April 2015, Tim Gabungan Ketahanan Pangan Kota Depok melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional, antara lain Pasar Agung dan Sukatani. "Di kedua pasar tersebut ditemukan tahu berformalin," ujarnya.

Dari sekitar 14 sampel ikan, kikil, tahu, kerupuk kulit, cumi-cumi, udang, dan makanan yang diindikasi mengandung zat berbahaya di Pasar Agung, hampir 50 persennya mengandung bahan berbahaya.

Lalu sebelas sampel di Pasar Sukatani hasilnya 33,33 persen mengandung bahan berbahaya. "Mesti hati-hati terhadap makanan mengandung bahan berbahaya yang biasa dikonsumsi masyarakat," katanya.

IMAM HAMDI : Tempo.Co

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Dua Tahun Sudah Pabrik Tahu Bercampur Formalin Itu Racuni Masyarakat

DEPOK (ET Today News) – Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) beserta anggota Mabes Polri menggrebek pabrik pembuatan tahu berformalin di Kampung Sawah, RT.3/01, Desa Ragajaya, Kec. Tajurhalang, Kabupaten.Bogor.

Kepala Penyindik BP POM RI, Hendry Siswadi mengatakan pabrik itu telah beroperasi dua tahun bisa memproduksi tahu perhari mencapai 18 kwintal atau setara Rp.9 juta. “Tahu-tahu yang telah jadi diedarkan untuk wilayah Jakarta Barat, Timur, Selatan, Depok, Bogor, dan Bekasi. Pembuatnya telah mencampur bahan produksi kedelai diolah menjadi tahu dicampur bahan kimia formalin yang merugiakan kesehatan manusia,”ujarnya didampingi Koordinator Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipir (Korwas PPNS) Mabes Polri, AKBP H. Pardjono SH, kepada Pos Kota di lokasi.

Hendry menyebutkan, atas laporan warga dan hasil penelusuran investigasi selama hampir dua minggu dari yang dijual di pasar tradisional akhirnya diketahui lokasi pembuat tahu. Setelah dites mellaui uji laboratorium dengan menggunakan bahan kimir terbukti tahu yang dibeli masyarakat berformalin.

“Petugas bagian laboratorium mengecek menggunakan alat dan bahan kimia khusus dalam produksi pembuatan tahu. Terbukti hasil uji warna berubah menjadi ungu, itu tanda produksi tahu yang dibuat menggunakan formalin,”katanya.

Pria ini mengatakan pihaknya sedikit menemui kendala untuk bisa mengetahui keberadaan pabrik. Pasalnya, pabrik yang berada di lokasi pemukiman warga ini tertutup. “Hasil penyelidikan kita campuran formalin yang dimasukkan ke dalam pembuat tahu (kedelai cukup besar. Dampaknya merugikan bagi kesehatan jika dikonsumi, salah satunya akan terjangkit menimbulkan kanker dan ginjal,”ungkapnya.

Bersama petugas Mabes Polri, di lokasi petugas BP POM menyita barang bukti tujuh drigent yang diolah menjadi tahu yang sudah dicampur formalin.

“Atas hasil ini pemilik sekaligus pengelolah pabrik akan dikenakan sanksi Pasal UU Pangan No. 18 Tahun 2012 dengan ancaman lima tahun. Sedangkan pengelola yaitu berinisial S,40, sudah diamankan petugas,” jelasnya.

“Untuk sementara satu pabrik terdapat tiga tempat produksi pembuatan tahu akan kita tutup. Setidaknya dari penggrebekan yang kita lakukan bisa menyelamatkan masyarakat dari tahu berformalin,”tambahnya.

Korwas PPNS Mabes Polri, AKBP H.Pardjono SH menambahkan razia akan dilakukan seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan kementrian.

“Kita sifatnya hanya pendampingan saja untuk dibuatkan laporan hasil dilapangan ke pimpinan. Untuk penindakan hukum diserahkan ke BP POM sesuai UU yang ada,”ucapnya didampingi empat anggota penyidiknya.

Sedangkan berdasarkan pengakuan salah satu pekerja cairan formalin digunakan hanya untuk menghilangkan busa dalam proses pembuatan.

“Terdapat busa jika produksi tahu, untuk menghilangkan busa tersebut memberikan formalin sedikit ke dalam bahan produksi kedelain untuk menghilangkan busa,”papar, Jono,40, pekerja. “Produksi tahu dimulai dari pukul 08:00 hingga sore. Langsung diedarkan untuk pasar tradisional wilayah Bogor dan Bekasi.” (Angga)

SUMBER: poskotanews.com

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Sampel tahu terbukti positif formalin, Investigasi berlangsung selama 2 minggu

INFO INI DIAMBIL DARI SITUS BADAN POM (ET Today News):

Hendri: “Kapasitas Produksi 18 Kwintal atau jika dirupiahkan menjadi Rp9.000.000,-/hari, area penyebaran tahu ini meliputi Depok, Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Sekitaran Bekasi.”

“Sesuai dugaan kami sebelumnya, hasil uji cepat laboratorium terhadap kandungan formalin terbukti positif. Tahu yang diproduksi di pabrik ini positif mengandung formalin”, ujar Hendri Siswadi, Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan Badan POM kepada awak media yang turut dalam inspeksi mendadak Badan POM bersama Bareskrim POLRI di Jl. Kampung Sawah, Desa Ragajaya, Bojong Gede, Citayam, Bogor, Rabu (22/04/15).

“Sidak pabrik ini bermula dari temuan kami di pasar-pasar. Pada saat pengawasan rutin di beberapa pasar, kami mencurigai beberapa tahu mengandung formalin. Tahu tersebut kami beli dan kami uji di laboratorium, hasilnya terbukti positif mengandung formalin” jelas Hendri. “Kami kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dari mana tahu-tahu tersebut berasal. Dan hari ini, bersama dengan Bareskrim POLRI, kami mendatangi pabrik ini, dan temuan hari ini akan kami proses lebih lanjut”, imbuhnya.

Menurut pengakuan salah pegawai pabrik tahu di daerah Bojong Gede tersebut, pabrik ini sudah beroperasi kurang lebih 2 tahun, dimana sehari bisa memproduksi lebih dari 5 kwintal tahu. Selain tahu, air rendaman yang digunakan dalam proses pembuatan tahu juga positif mengandung formalin. Di salah satu bagian pabrik, juga ditemukan satu karung paraformaldehyde yang sudah terbuka. Petugas Badan POM telah mengamankan temuan tersebut sebagai barang bukti.

Penggunaan formalin dalam pangan jelas dilarang. Formalin antara lain diperuntukkan sebagai disinfektan, bahan pengawet mayat, pembasmi lalat dan serangga, serta bahan pembuatan pupuk urea. Dalam UU Kesehatan No. 18 Tahun 2015 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan produksi pangan untuk diedarkan yang dengan sengaja menggunakan bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Sumber: Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat - Badan POM

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.