Wednesday, 14 December 2011

3 Zat Berbahaya dalam Makanan

TRIBUNKALTIM.co.id - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Pontianak menyatakan tiga zat berbahaya yang terkandung dalam makanan mendominasi temuan dalam setiap razia yang dilakukan.

"Dari hasil razia yang dilakukan oleh BBPOM Pontianak pada pelaku usaha makanan selama ini, ada tiga jenis zat berbahaya yang sering ditemukan pada makanan antara lain formalin, pewarna tekstil dan boraks," ungkap Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Pontianak Ida Lumongga di Pontianak.

Ida menjelaskan, formalin biasanya terdapat pada tahu, mie, dan ikan basah. Pewarna tekstil sering ditemukan pada manisan yang warnanya mencolok dan jajanan anak-anak serta boraks yang terdapat pada kerupuk.

"Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri non pangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik," ungkap Ida.

Biasanya, kata Ida, menjelang hari besar, BBPOM Pontianak berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustian dan Perdagangan, Kepolisian Daerah, Ketahanan Pangan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan pemeriksaan minimal ke 128 toko secara menyeluruh, pemeriksaan ke distribusi pangan serta pemeriksaan pada 30 pembuat parsel.

Menurutnya, bagi pelaku usaha yang menjual produk makanan yang dilarang beredar, BBPOM akan memberikan pembinaan, peringatan, peringatan keras dan akan diproses hingga ke pengadilan jika pelaku usaha tersebut tidak mempedulikan peringatan yang diberikan oleh BPOM.

Ida menambahkan, dalam memilih produk makanan yang aman untuk di konsumsi, masyarakat harus teliti terhadap kemasan produk makanan, yaitu yang mencantumkan kode BPOM Makanan Dalam/Makanan Luar (MD/ML) dengan angka 12 digit.

"Sementara untuk makanan jajanan sebaiknya memilih makanan yang warnanya tidak mencolok, baunya tidak menyengat serta bentuknya tidak kenyal. MD adalah kode produk makanan yang dibuat di Indonesia, sedangkan ML adalah kode produk makanan yang diimpor," jelasnya.

Terkait jajanan sekolah tersebut, kata Ida, hasil pengawasan pangan jajanan anak sekolah yang dilakukan rutin sejak tahun 2008-2010 menunjukkan Pengawasan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang tidak memenuhi syarat mencapai 40 - 44 persen. Sementara itu di Pontianak pada tahun 2010 dari hasil pengawasan PJAS Balai POM terhadap 349 sampel, tercatat tidak memenuhi syarat sekitar 36,68 persen.

Sementara itu dari hasil pengawasan periode pertama tahun 2011 sampai dengan bulan April 2011 yang dilaksanakan di dua kota yaitu di Pontianak dan Singkawang dengan jumlah 316 sampel pangan PJAS dari 23 Sekolah Dasar diperoleh hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya.(sehatnews - Editor : Fransina)

Sumber artikel: Gunakan link ini

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

No comments:

Post a Comment

THANKS SO MUCH FOR: Google Search Engine, GMail, Blogger.Com, Yahoo, Yahoo Mail, Wordpress, Blog Detik, IndoNetwork, Twitter, Facebook, and others that help me reach more useful things with internet