Friday, 25 November 2011

Yang Jujur Yang Beruntung

Mie arang tidak pakek formalin. Sebuah kalimat ditulis oleh seorang penjual mie Aceh di Desa Leung Putu-Pidie Jaya Aceh. Sebuah sikap sportif seorang pedagang mie ditengah maraknya penggunaan formalin dalam makanan. Meskipun kalimat yang digunakan belum standar, tetapi kepada pedagang yang menulisnya perlu diapresiasi. Stiker itu sebagai bukti kejujurannya. 

Di Aceh, termasuk Medan dan Jakarta, akhir-akhir terus bermunculan sejumlah warung mie yang memiliki citarasa dan aroma rempah-rempah yang khas. Citarasa rempah-rempah ini yang mendorong para penggemar mie harus kembali lagi mencicipi porsi-porsi mie Aceh berikutnya. Makin lama, penggemar mie Aceh terus bertambah sehingga perluasan usaha makanan tradisional ini harus membuka sejumlah cabang di beberapa kota besar lainnya.

Seiring dengan makin banyaknya penggemar makanan yang berbahan baku gandum ini, pelaku usaha makanan mie mulai menyiasati supaya mie itu tidak cepat basi. Salah satu zat yang digunakan untuk memperlama proses pembasian bahan baku usaha itu dengan membubuhkan formalin dalam adonannya. Konsumen tidak pernah tahu jika makanan yang sedang dinikmatinya mengandung bahan pengawet mayat yang bisa memicu kanker. Pedagang-pedagang nakal ini sebenarnya tergolong subversi karena menghancurkan masa depan bangsa.

Penggunaan formalin bukan hanya didominasi oleh mie, tetapi banyak juga dibubuhkan dalam kue basah, sirop dan ikan. Kepala BPOM Banda Aceh, Syamsudin, Jumat (29/4/11) kepada www.hinamagazine.com mengungkapkan, dari hasil uji laboratorium terhadap 421 sampel jenis makanan yang banyak dijual di sekitar sekolah di beberapa wilayah Aceh ditemukan ada 13 jenis makanan yang mengandung formalin dan bahan pewarna kimia. Selain menjadi jajanan anak-anak, makanan tersebut juga banyak yang dijual ke masyarakat umum, terutama mi.

Terkait dengan temuan BPOM itu, para konsumen mulai mengurangi seleranya untuk mengkonsumsi mie goreng atau mie rebus. Dampak hasil uji laboratorium itu adalah menurunnya secara drastis penerimaan pedagang mie yang biasanya bisa menghabiskan bahan baku sebanyak 5 Kg per hari. Oleh karena itu, beberapa warung mie yang jujur tidak menggunakan formalin berinisiatif untuk menempelkan stiker “Mie Tidak Pakai Formalin.” Stiker itu ternyata memberi berkah sekaligus iklan.

Stiker itu sebuah iklan yang sangat manjur bagi pedagang mie yang sportif, dan konsisten tidak menggunakan formalin dalam bahan baku mie dagangannya. Pedagang mie di Leung Putu yang tidak bersedia menyebut namanya itu mengaku, sekarang dia mampu menghabiskan bahan baku mie sampai 15 Kg per hari. Sebelumnya, untuk menghabiskan 5 Kg mie basah saja sangat sulit. “Dari dulu saya tidak pernah gunakan formalin. Stiker ini terpaksa saya pasang supaya tidak disamaratakan dengan yang lain,” katanya sambil menunjuk stiker yang ditempel di kaca lemari mienya. Akhirnya yang jujur yang beruntung!

SUMBER TULISAN: http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/11/24/yang-jujur-yang-beruntung/

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

No comments:

Post a Comment

THANKS SO MUCH FOR: Google Search Engine, GMail, Blogger.Com, Yahoo, Yahoo Mail, Wordpress, Blog Detik, IndoNetwork, Twitter, Facebook, and others that help me reach more useful things with internet