Wednesday, 30 November 2011

Hati-hati ada ikan mengandung tawas dan zat pemutih beredar di pasar

Menonton sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta, dimana ada berita bahwa saat ini beredar ikan asin yang di jual di pasar-pasar dimana ikan asin tersebut mengandung hidrogen peroksida atau pemutih dan tawas. Pemakaian zat kimia pada ikan asin ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita.
Tujuan pemakaian zat berbahaya ini adalah :
  • Adanya permintaan dari penjual kepada pemasok, agar ikan asin yang di kirim kepada mereka memiliki warna dan kondisi yang baik dan bersih, padahal mereka ( pemasok ) kadangkala menjual ikan yang sudah tidak bagus atau dalam kondisi membusuk, maka agar kelihatan segar mereka mempergunakan zat kimia berbahaya tersebut.
  • Agar harga ikan asin yang di jual oleh pemasok kepada pedagang di pasar, sama dengan harga ikan asin yang mutunya baik, padahal kondisi ikan asin yang sebenarnya adalah tidak baik atau busuk.
Untuk mengantisipasi membeli ikan-ikan asin tersebut, maka kita diharapkan berhati-hati memilih mana ikan yang baik atau tidak. Adapun mengantisipasi hal tersebut, kita sebagai pembeli atau pengkonsumsi ikan tersebut, harus memilih dengan cara sebagai berikut :
  • Jangan membeli ikan yang kelihatan dalam kondisi putih bersih, kemungkinan itu sudah mempergunakan pemutih ( hidrogen peroksida ) dan tawas. Maka kita usahakan membeli ikan dengan warna yang wajar, walau kadangkala berwarna hitam atau coklat, malah ikan seperti itu yang lebih baik dan bebas dari zat berbahaya tersebut.
  • Ikan asin yang mengandung zat berbahaya tersebut, biasanya tidak di hinggapi lalat, untuk itu jika kita melihat ikan dalam kondisi tidak ada lalat yang hinggap pada saat di pasar tradisional, maka kita harus waspada. Ikan yang dihinggapi lalat dan berbau ikan, berarti itu yang bebas dari zat berbahaya tersebut.
  • Ikan yang mengandung zat hidrogen peroksida dan tawas, biasanya tidak gampang patah dan agak keras, oleh karena itu jika kita membeli ikan coba di patahkan, jika agak susah maka mengandung zat tersebut.
Hidrogen peroksida biasa di pergunakan sebagai pemutih pada pakaian dan tidak di perkenankan digunakan pada makanan, sedangkan tawas biasa di gunakan untuk pembersih air.
Sumber Artikel: Pakai link ini

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Penggunaan Nitrit Dalam Makanan

Penggunaan nitrit dalam pengolahan makanan telah sejak lama dilakukan. Hal ini dimulai secara tidak sengaja dengan ditemukannya daging yang diawetkan dengan garam kasar memberikan warna merah cerah setekah dimasak. Kemudian diketahui bahwa nitrat yang terdapat sebagai kotoran dalam garam, bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

Pengawetan lebih lanjut memberikan petunjuk bahwa nitrit (yang terbentuk dari nitrat) yang bereaksi dengan pigemen daging, yang membentuk warna merah tersebut. Sejak itu nitrat dan nitrit secara luas digunakan untuk memperoleh warna merah cerah pada produk daging yang diawetkan.

Meskipun pada mulnaya penggunaan nitrat dan nitrit terutama ditujukan untuk memperoleh warna merah pada daging, ternyata senyawa-senyawa ini juga ditemukan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum yang dapat memproduksi racun yang mematikan.

Pada masa kini, nitrat dan nitrit banyak digunakan sebagai pengawet tidak saja pada produk-produk daging, tetapi juga pada ikan dan keju. Penggunaan bahan ini menjadi semakin luas, karena manfaat nitrit dalam hasil olahan daging (misalnya sosis, kornet, ham dan hamburger), selain sebagai pembentuk warna merah dan pengawet anti mikroba, juga berfungsi sebagai pembentuk faktor sensori lain yaitu aroma dan citarasa (flavor).

Keamanan Nitrit

Penggunaan nitrat dan nitrit dalam makanan dibatasi karena adanya efek meracuni dari kedua zat tersebut. LD (lethal dose = dosis mematikan) rata-rata dari nitrat dan nitrit pada tikus (secara oral) adalah 250 mg/kg berat badan, sedangkan pada anjing adalah 330 mg/kg berat badan.

Umumnya nitrit lebih beracun dibandingkan dengan nitrat, oleh karena itu konsumsi nitrit pada manusia dibatasi sampai 0,4 mg/kg berat badan per hari.

Penggunaan nitrit sebagai bahan pengawet yang luas penggunaannya, telah menimbulkan kerisuan dengan dipublikasikannya suatu hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa nitrit adalah suatu karsinogen. Akan tetapi akhirnya disimpulkan bahwa hal itu tidak benar.

Namun demikian, akhir-akhir ini penggunaan nitrit sebagai bahan pengawet kembali disoroti oleh banyak ahli, karena adanya bukti-bukti yang menunjukkan bahwa “nitrosamin”, suatu zat karsinogenik, dapat terbentuk dari hasil reaksi antara nitrit dan senyawa amin sekunder yang terdapat dalam bahan makanan (misalnya daging, ikan dan lain-lain).

Hal tersebut telah mendorong para ahli untuk meneliti sejauh mana kemungkinan terbentuknya nitrosamin pada bahan makanan yang diawetkan dengan nitrat dan nitrit, dan sejauh mana nitrosamin yang terbentuk tersebut dapat menimbulkan kanker pada manusia.

Salah satu kelebihan nitrosamin dibandingkan dengan karsinogen lain adalah kepastiannya untuk menimbulkan tumor pada bermacam-macam organ, termasuk hati, gimjal, kandung kemih, paru-paru, lambung, saluran pernafasan, pankreas dan lain-lain.

Konsentrasi nitrat dan nitrit yang diijinkan digunakan dalam makanan berbeda-beda antar negara, tetapi berkisar antara 10 - 200 ppm untuk nitrit dan 500 – 1000 ppm untuk nitrat (Di Indonesia, 500 ppm untuk nitrat dan 200 ppm untuk nitrit).

Akan tetapi mengingat efek negatifnya, yaitu kemungkinan diproduksinya nitrosamin yang bersifat karsinogenik, di Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Eropa dosis penggunaannya telah dikurangi sampai sekitar 40 – 50 ppm.

Jumlah nitrit sekitar 50 ppm disertai dengan penggunaan sorbat sebagai pengawet, cukup efektif untuk mengawetkan produk daging. Demikian pula penambahan vitamin C atau vitamin E telah banyak dilakukan pada produk daging yang diawetkan dengan nitrit, karena vitamin-vitamin tersebut ditemukan dapat mencegah terjadinya reaksi pembentukan nitrosamin.

Sumber :Suara Pembaruan, Senin 17 APRIL 1989

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Saturday, 26 November 2011

Lounching 3 Test Kit Baru Easy Test

Penggunaan bahan berbahaya pada produk pangan (makanan atau minuman) sampai saat ini masih marak di Indonesia, dari pemakaian penggunaan formalin, borak, bahan pewarna tekstil (rhodamine b atau methanil yellow), peroksida (H2O2), hipoklorit (seperti kaporit) dan lain sebagainya.. Selain kesengajaan penambahan bahan tambahan pangan YANG TIDAK DIIJINKAN, beberapa senyawa berbahaya yang muncul sebagai bahan bawaan pangan juga ada seperti nitrit, sianida..

Melihat permasalahan tersebut ET Group CV meluncurkan produk-produk test kit sebagai sarana perlindungan konsumen dari keberadaan bahan-bahan berbahaya yang ada pada produk makanan atau minuman. Beberapa test kit yang sudah diluncurkan diantaranya test kit formalin, test kit boraks, test kit methanil yellow, test kit rhodamine b, test kit nitrit, dan test kit sianida.

ET Group CV saat ini juga melaunching 3 test kit baru untuk melengkapi layanan produk test kit dengan merk Easy Test. 3 Test kit baru tersebut adalah test kit hipoklorit (salah satunya untuk mendeteksi kandungan kaporit pada bahan makanan atau minuman), test kit iodat (seperti kalium iodat atau natrium iodat), dan test kit peroksida (salah satunya untuk mendeteksi hidrogen peroksida atau H2O2, salah satu peroksida yang paling umum digunakan).

Semoga langkah ET Group CV dapat berguna buat kepentingan masyarakat dan badan terkait lainnya untuk melindungi konsumen agar konsumen dapat memperoleh makanan atau minuman dengan nilai guna yang seharusnya...

Hormat Kami..

ET Group CV

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Test Kit Iodat

Menyediakan Test Kit Iodat (seperti kalium iodat atau natrium iodat)

Hanya Rp.400.000,00 (untuk 100 kali analisis)

Note: BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM
Isi Test Kit:
- 1 botol kosng tempat Reagent A
- 1 botol Reagent B
- 1 pack Ragent A (padatan)
- 1 lembar petunjuk pemakaian test kit

PROSEDUR PENGUJIAN (Sebelum analisis, persiapkan terlebih dahulu HCl Teknis)
  1. BLENDER 1 SENDOK TEH BAHAN MAKANAN YANG AKAN DIUJI DENGAN 2 SENDOK MAKAN (±10 ml) AIR MENDIDIH
  2. ADUK LALU AMBIL 1 SENDOK MAKAN DAN TAMBAHKAN HCl TEKNIS SEBANYAK 2 ML. CAMPURAN INI DISEBUT LARUTAN UJI. JIKA BAHAN UJI BERUPA CAIRAN, ABAIKAN LANGKAH PERTAMAN DAN KEDUA INI DAN LANGSUNG KE LANGKAH BERIKUTNYA
  3. AMBIL 2 TETES (0,1 ML) REAGENT A KE DALAM BOTOL UJI DAN TAMBAHKAN AIR AQUA 6 TETES LALU REAGENT B 2 TETES DAN KOCOK AGAR TERCAMPUR RATA.
  4. TAMBAHKAN LARUTAN UJI 2 TETES DAN REAGENT C 2 TETES. KOCOK SEBENTAR
  5. WARNA BIRU YANG TERBENTUK MENUNJUKKAN BAHWA BAHAN YANG DIUJI MENGANDUNG IODAT SEPERTI POTASIUM IODAT (KIO3) ATAU SODIUM IODAT (NaIO3).

SENSITIFITAS: 100 PPM (g/L)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Test Kit Peroksida

Menyediakan Test Kit Peroksida (salah satunya untuk mendeteksi hidrogen peroksida atau H2O2, salah satu peroksida yang paling umum digunakan)

Hanya Rp.700.000,00 (untuk 100 kali analisis)

Note: BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM


Isi Test Kit:
- 1 botol kosng tempat Reagent A
- 1 botol Reagent B
- 1 pack Ragent A (padatan)
- 1 lembar petunjuk pemakaian test kit

PETUNJUK PEMAKAIAN

PERSIAPAN REAGENT
  • LARUTKAN PADATAN REAGENT A DENGAN 100 ML AIR AQUA, MASUKKAN DALAM BOTOL REAGENT A
  • SEBELUM ANALISIS BAHAN UJI PERSIAPKAN TERLEBIH DAHULU HCl TEKNIS DAN DIETHYL ETHER

PROSEDUR PENGUJIAN
  1. BLENDER 1 SENDOK TEH BAHAN MAKANAN YANG AKAN DIUJI DENGAN 2 SENDOK MAKAN (±10 ml) AIR MENDIDIH
  2. ADUK LALU AMBIL 1 SENDOK MAKAN DAN TAMBAHKAN HCl TEKNIS SEBANYAK 2 ML. JIKA BAHAN UJI BERUPA CAIRAN, ABAIKAN LANGKAH PERTAMAN DAN KEDUA INI DAN LANGSUNG KE LANGKAH BERIKUTNYA
  3. AMBIL 1 ML (SEKITAR 1/2 SENDOK TEH) BAHAN UJI DAN TAMBAHKAN REAGENT A SEBANYAK 1 ML (20 TETES) DAN REAGENT B SEBANYAK 1 ML (20 TETES).
  4. TAMBAHKAN DIETHYL ETHER 2 ML
  5. VORTEX ATAU SENTRIFUGE SELAMA 30 DETIK (1/2 MENIT) AGAR FASE ORGANIK DAN FASE CAIR TERPISAH.
  6. WARNA BIRU YANG TERBENTUK PADA LAPISAN BAWAH MENUNJUKKAN BAHWA BAHAN YANG DIUJI MENGANDUNG PEORKSIDA (H202).

SENSITIFITAS: 100 PPM (g/L)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Test Kit Hipoklorit

Menyediakan Test Kit Hipoklorit (salah satunya untuk mendeteksi kandungan kaporit pada bahan makanan atau minuman)

Hanya Rp.400.000,00 (untuk 100 kali analisis)

Note: BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM
Isi Test Kit:
- 1 botol Reagent A
- 1 botol Reagent B
- 1 botol Reagent C
- 1 lembar petunjuk pemakaian test kit

Prosedur Pengujian:
  1. BLENDER 1 SENDOK TEH BAHAN MAKANAN YANG AKAN DIUJI DENGAN 2 SENDOK MAKAN (±10 ml) AIR MENDIDIH. CAMPURAN INI DISEBUT LARUTAN UJI
  2. JIKA BAHAN UJI BERUPA CAIRAN, ABAIKAN LANGKAH PERTAMAN DAN KEDUA INI DAN LANGSUNG KE LANGKAH BERIKUTNYA
  3. AMBIL 2 TETES (0,1 ML) LARUTAN UJI DAN MASUKKAN DALAM BOTOL UJI.
  4. TAMBAHKAN 2 TETES REAGENT A, 2 TETES REAGENT B
  5. KOCOK LALU TAMBAHKAN 4 TETES REAGENT C DAN KOCOK AGAR TERCAMPUR RATA.
  6. WARNA BIRU YANG TERBENTUK MENUNJUKKAN BAHWA BAHAN YANG DIUJI MENGANDUNG HYPOCHLORITE SEPERTI NATRIUM HIPOKLORIT (KAPORIT/ NaOCl) ATAU KALSIUM HIPOKLORIT (Ca(OCl)2).

SENSITIFITAS: 10 PPM (g/L)

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Friday, 25 November 2011

Yang Jujur Yang Beruntung

Mie arang tidak pakek formalin. Sebuah kalimat ditulis oleh seorang penjual mie Aceh di Desa Leung Putu-Pidie Jaya Aceh. Sebuah sikap sportif seorang pedagang mie ditengah maraknya penggunaan formalin dalam makanan. Meskipun kalimat yang digunakan belum standar, tetapi kepada pedagang yang menulisnya perlu diapresiasi. Stiker itu sebagai bukti kejujurannya. 

Di Aceh, termasuk Medan dan Jakarta, akhir-akhir terus bermunculan sejumlah warung mie yang memiliki citarasa dan aroma rempah-rempah yang khas. Citarasa rempah-rempah ini yang mendorong para penggemar mie harus kembali lagi mencicipi porsi-porsi mie Aceh berikutnya. Makin lama, penggemar mie Aceh terus bertambah sehingga perluasan usaha makanan tradisional ini harus membuka sejumlah cabang di beberapa kota besar lainnya.

Seiring dengan makin banyaknya penggemar makanan yang berbahan baku gandum ini, pelaku usaha makanan mie mulai menyiasati supaya mie itu tidak cepat basi. Salah satu zat yang digunakan untuk memperlama proses pembasian bahan baku usaha itu dengan membubuhkan formalin dalam adonannya. Konsumen tidak pernah tahu jika makanan yang sedang dinikmatinya mengandung bahan pengawet mayat yang bisa memicu kanker. Pedagang-pedagang nakal ini sebenarnya tergolong subversi karena menghancurkan masa depan bangsa.

Penggunaan formalin bukan hanya didominasi oleh mie, tetapi banyak juga dibubuhkan dalam kue basah, sirop dan ikan. Kepala BPOM Banda Aceh, Syamsudin, Jumat (29/4/11) kepada www.hinamagazine.com mengungkapkan, dari hasil uji laboratorium terhadap 421 sampel jenis makanan yang banyak dijual di sekitar sekolah di beberapa wilayah Aceh ditemukan ada 13 jenis makanan yang mengandung formalin dan bahan pewarna kimia. Selain menjadi jajanan anak-anak, makanan tersebut juga banyak yang dijual ke masyarakat umum, terutama mi.

Terkait dengan temuan BPOM itu, para konsumen mulai mengurangi seleranya untuk mengkonsumsi mie goreng atau mie rebus. Dampak hasil uji laboratorium itu adalah menurunnya secara drastis penerimaan pedagang mie yang biasanya bisa menghabiskan bahan baku sebanyak 5 Kg per hari. Oleh karena itu, beberapa warung mie yang jujur tidak menggunakan formalin berinisiatif untuk menempelkan stiker “Mie Tidak Pakai Formalin.” Stiker itu ternyata memberi berkah sekaligus iklan.

Stiker itu sebuah iklan yang sangat manjur bagi pedagang mie yang sportif, dan konsisten tidak menggunakan formalin dalam bahan baku mie dagangannya. Pedagang mie di Leung Putu yang tidak bersedia menyebut namanya itu mengaku, sekarang dia mampu menghabiskan bahan baku mie sampai 15 Kg per hari. Sebelumnya, untuk menghabiskan 5 Kg mie basah saja sangat sulit. “Dari dulu saya tidak pernah gunakan formalin. Stiker ini terpaksa saya pasang supaya tidak disamaratakan dengan yang lain,” katanya sambil menunjuk stiker yang ditempel di kaca lemari mienya. Akhirnya yang jujur yang beruntung!

SUMBER TULISAN: http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/11/24/yang-jujur-yang-beruntung/

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Thursday, 10 November 2011

Ikan Berformalin Bahaya untuk Tubuh

BAHAN makanan sehat bisa tidak menyehatkan bagi tubuh lantaran pengolahan yang salah. Hasil laut, misalnya, bisa menyebabkan beragam penyakit akibat “tangan usil”.

Indonesia sangat kaya akan hasil laut, khususnya ikan. Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan membuatnya baik untuk jantung dan kecerdasan.

Sayang, perilaku masyarakat sendiri yang menyebabkan ikan bisa menjadi pemicu beragam penyakit. “Nelayan Indonesia kebanyakan ke tengah laut mencari ikan tidak membawa es (agar ikan segar lebih lama-red), melainkan formalin,” kata Prof Dr Ir Ali Khomsan selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor pada acara “Edukasi Dini Pentingnya Sarapan” oleh Blue Band dan Sari Roti di kawasan Cinere, Depok, Selasa (1/11/2011).

Formalin masih juga digunakan pada proses pengasinan ikan. “Begitu juga ketika penjemuran ikan asin. Agar tidak dihinggapi lalat, mereka menyemprotkan formalin. Saya rasa itu bahayanya ikan,” tambahnya.

Formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet. Sebenarnya formalin berfungsi sebagai desinfektan, tapi disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mengawetkan ikan demi mencegah kerugian. Formalin berguna sebagai desinfektan karena membunuh sebagian besar bakteri dan jamur.

Berikut ciri-ciri ikan yang mengandung formalin:
1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius).
2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar.
3. Warna daging ikan putih bersih.
4. Bau menyengat, bau formalin, dan kulit terlihat cerah mengkilat.
5. Daging kenyal.
6. Lebih awet dan tidak mudah busuk walau tanpa pengawet seperti es.
7. Ikan berformalin dijauhi lalat.
8. Tidak terasa bau amis ikan.

Sementara, ciri-ciri ikan asin berformalin adalah tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar(25 derajat Celsius), warna bersih dan cerah, tidak berbau khas ikan asin dan tidak mudah hancur, serta tidak dihinggapi oleh lalat bila diletakkan di tempat terbuka. (ftr, Lastri Marselina - Okezone)

SUMBER TULISAN: http://lifestyle.okezone.com/read/2011/11/02/195/523967/ikan-berformalin-bahaya-untuk-tubuh

Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.

Tuesday, 1 November 2011

Bahaya Penggunaan Zat Warna pada Makanan

Dewasa ini keamanan penggunaan zat pewarna sintetis pada makanan masih dipertanyakan di kalangan konsumen. Sebenarnya konsumen tidak perlu khawatir karena semua badan pengawas obat dan makanan di dunia secara kontinyu memantau dan mengatur zat pewarna agar tetap aman dikonsumsi. Jika ditemukan adanya potensi risiko terhadap kesehatan, badan pengawas obat dan makanan akan mengevaluasi pewarna tersebut dan menyebarkan informasinya ke seluruh dunia. Pewarna yang terbukti mengganggu kesehatan, misalnya mempunyai efek racun, berisiko merusak organ tubuh dan berpotensi memicu kanker, akan dilarang digunakan. Di Indonesia tugas ini diemban oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baik zat pewarna sintetis maupun alami yang digunakan dalam industri makanan harus memenuhi standar nasional dan internasional. Penyalahgunaan zat pewarna melebihi ambang batas maksimum atau penggunaan secara ilegal zat pewarna yang dilarang digunakan dapat mempengaruhi kesehatan konsumen, seperti timbulnya keracunan akut dan bahkan kematian. Pada tahap keracunan kronis, dapat terjadi gangguan fisiologis tubuh seperti kerusakan syaraf, gangguan organ tubuh dan kanker (Lee 2005).

Rhodamine B

Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85 menetapkan 30 zat pewarna berbahaya. Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan (Syah et al. 2005). Namun demikian, penyalahgunaan rhodamine B sebagai zat pewarna pada makanan masih sering terjadi di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa. Sebagai contoh, rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman seperti kerupuk, sambal botol dan sirup di Makassar pada saat BPOM Makassar melakukan pemeriksaan sejumlah sampel makanan dan minuman ringan (Anonimus 2006).

Rhodamine B termasuk zat yang apabila diamati dari segi fisiknya cukup mudah untuk dikenali. Bentuknya seperti kristal, biasanya berwarna hijau atau ungu kemerahan. Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Zat pewarna ini mempunyai banyak sinonim, antara lain D and C Red no 19, Food Red 15, ADC Rhodamine B, Aizen Rhodamine dan Brilliant Pink B. Rhodamine biasa digunakan dalam industri tekstil. Pada awalnya zat ini digunakan sebagai pewarna bahan kain atau pakaian. Campuran zat pewarna tersebut akan menghasilkan warna-warna yang menarik. Bukan hanya di industri tekstil, rhodamine B juga sangat diperlukan oleh pabrik kertas.

Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.

Penggunaan zat pewarna ini dilarang di Eropa mulai 1984 karena rhodamine B termasuk karsinogen yang kuat. Efek negatif lainnya adalah menyebabkan gangguan fungsi hati atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati (Syah et al. 2005). Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa zat pewarna tersebut memang berbahaya bila digunakan pada makanan. Hasil suatu penelitian menyebutkan bahwa pada uji terhadap mencit, rhodamine B menyebabkan terjadinya perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan di sekitarnya mengalami disintegrasi. Kerusakan pada jaringan hati ditandai dengan adanya piknotik (sel yang melakukan pinositosis) dan hiperkromatik dari nukleus, degenerasi lemak dan sitolisis dari sitoplasma (Anonimus 2006).

Dalam analisis yang menggunakan metode destruksi yang kemudian diikuti dengan analisis metode spektrofometri, diketahui bahwa sifat racun rhodamine B tidak hanya disebabkan oleh senyawa organik saja tetapi juga oleh kontaminasi senyawa anorganik terutama timbal dan arsen (Subandi 1999). Keberadaan kedua unsur tersebut menyebabkan rhodamine B berbahaya jika digunakan sebagai pewarna pada makanan, obat maupun kosmetik sekalipun. Hal ini didukung oleh Winarno (2004) yang menyatakan bahwa timbal memang banyak digunakan sebagai pigmen atau zat pewarna dalam industri kosmetik dan kontaminasi dalam makanan dapat terjadi salah satu diantaranya oleh zat pewarna untuk tekstil.

SUMBER TULISAN: http://kontak-banten.com/?p=1063, Ditulis Oleh: drh. Wina Listiana


Test kit kami paling murah di Indonesia, Silahkan buktikan..!!

DETAIL PRODUK KAMI KLIK DISINI | DAFTAR HARGA KLIK DISINI | PROSEDUR PEMESANAN KLIK DISINI

Salam Hangat
www.testkitshop.com | www.etgroupbiz.com | www.easytestinfo.com

Note: ET Group memproduksi beberapa test kit analisis mutu pangan bermerk Easy Test dengan jenis varian antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dan macam-macam test kit lainnya.